Rano Apresiasi Kampung 'Smart' Gandaria, Bisa Jadi Percontohan di Wilayah Lain

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori saat memberikan sambutan di prosesi penyerahan sapi kurban Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/5/2026).  Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori saat memberikan sambutan di prosesi penyerahan sapi kurban Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi inovasi sistem keamanan berbasis digital yang dikembangkan warga RT 11 RW 07, Gandaria, Jakarta Selatan. Ia mengatakan sistem itu dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Jakarta.

Hal itu disampaikan Rano saat mengunjungi kawasan yang dikenal dengan program Smart “Kampung Pintar” tersebut, Rabu (27/5).

“Ini kalau Jakarta begini aja, barangkali Jakarta bisa nomor satu masalah keamanan. Kami bersyukur selama satu tahun di Jakarta ini ternyata yang menjaga Jakarta itu adalah masyarakat,” ujar Rano.

Ia menjelaskan, itulah alasan lahirnya tagline 'Jaga Jakarta' yang digaungkan Pemprov DKI.

Inovasi e-Gate 11, gerbang elektronik untuk warga di lingkungan RT 11/7, Gandaria Utara. Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Kenapa keluar tagline Jaga Jakarta? Karena nggak ada gunanya tentara, polisi, tapi kalau masyarakat Jakarta nya nggak care. Tapi begitu masyarakatnya care, semua menjaga Jakarta, ini menjadi poin-poin penting,” katanya.

Ia pun langsung mengimbau Ketua RT 11 RW 07, Imam Basori, untuk siap berbagi ilmu ke kampung-kampung lainnya.

“Mudah-mudahan ini kalau bisa dicontoh, artinya Mas siap dong untuk memberikan pelatihan. Kita undang beberapa kampung, kita terapkan sistem ini,” ujar Rano.

Kemudian, Rano juga menyinggung soal kesiapan sistem saat mati lampu, dan mengapresiasi bahwa warga sudah mengantisipasi dengan aki dan UPS. Ia bahkan berjanji mencarikan CSR jika ada kebutuhan yang belum terpenuhi.

Inovasi e-Gate 11, gerbang elektronik untuk warga di lingkungan RT 11/7, Gandaria Utara. Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Nah Jakarta-nya harus juga dipikirkan gitu, di saat mati lampu bagaimana caranya. Kalau belum ada, besok sudah dipikirkan, kita cariin CSR-nya,” kata Rano.

Menurutnya, kunci keberhasilan inovasi semacam ini bukan pada dana, melainkan pada kemauan bersama.

“Saya yakin ini Mas pertama kali banyak warga juga nggak setuju kan? Waduh gue repot lah mesti itu, mesti ini, mesti ini kan gitu kan? Tapi begitu dia merasakan sendiri, oh oke. Inovasi itu kalau nggak dilaksanakan dengan kemauan bersama, susah,” tegasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, disambut warga saat akan melakukan penyerahan sapi kurban di RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Sementara itu, Ketua RT 11 RW 07, Imam Basori, menjelaskan kampungnya juga telah menerapkan e-gate, CCTV, alarm panic button yang terhubung ke smartphone warga, aplikasi Jaga Warga, patroli, hingga GPS

“Jadi kita nggak cuma e-gate, kita juga ada alarm panic button yang masuk di smartphone kita dan juga ada Jaga Warga dan juga ada patroling dan juga pemberian GPS,” katanya.

Imam mengatakan, semua itu dibiayai dari kas operasional RT tanpa iuran tambahan dari warga.

Inovasi e-Gate 11, gerbang elektronik untuk warga di lingkungan RT 11/7, Gandaria Utara. Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Semua apa yang kita lakukan ini semuanya berangkat dari dana operasional RT, jadi dana operasional kita kelola kita maksimalkan betul untuk masyarakat,” jelas Imam.

“Iuran warga tidak ada di sini. Intinya dana operasional itu yang kita manfaatkan, dari warga, oleh warga dan untuk warga,” lanjutnya.