Rano Karno Buka Balai Kota Jelang HUT ke-500 Jakarta: Pintu Kita Buka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam launching program 'Namu' di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam launching program 'Namu' di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan kalender kegiatan untuk tahun depan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta. Hal ini juga sejalan dengan dibukanya Balai Kota untuk dikunjungi masyarakat umum melalui program Namu Balai Kota.

Rano mengatakan, pembukaan Balai Kota bertujuan agar masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai hal yang telah dikerjakan Pemprov DKI Jakarta selama 2 tahun terakhir.

“Apalagi, Bapak, Ibu sekalian, insyaAllah tahun depan kita akan berusia 500 tahun. Nah, minimal kalender kegiatan tahun depan itu sudah kita buat apa saja yang akan kita lakukan di Jakarta ini. Sangat luar biasa,” kata Rano saat peluncuran Namu Balai Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (17/10).

Rano menjelaskan, program tersebut berawal dari pembicaraannya dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Keduanya sepakat sudah saatnya Pemprov DKI membuka akses Balai Kota agar masyarakat dapat mengetahui secara lebih jelas apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Saya bicara berdua dengan Pak Gubernur. Pak Gub manggil saya selalu Bang Doel. Bang, kayaknya nih kita udah waktunya buka pintu. Maksudnya apa nih? Kita harus kasih tahu sama masyarakat Jakarta apa yang sudah kita lakukan. Artinya, selama dua tahun kita di Jakarta apa sih yang sudah kita lakukan? Mungkin sebagian teman-teman melihat melalui IG, melalui medsos, tapi barangkali belum melihat secara jelas,” katanya.

Suasana saat tur Balai Kota DKI Jakarta dalam program 'Namu' pada Sabtu (17/10/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai. Bale. Jadi ini bale kota bale-nya masyarakat, bukannya bale kita,” lanjutnya.

Ia menggambarkan ‘bale’ sebagai bagian dari rumah yang menjadi tempat menerima dan berkumpul bersama tamu.

“Nah, jadi artinya karakteristik Betawi, kalau rumah yang ada bale, itu pasti sangat welcome. Seperti rumah Si Doel. Rumah Si Doel itu jenis bangunan Bapang. Dia ada teras, kemudian pasti ada kayak dipan yang biasanya Babeh Benyamin tiduran di situ,” tuturnya.

Rano juga menjelaskan tradisi masyarakat Betawi dalam menyambut tamu. Ia menyebut, dahulu masyarakat Betawi biasa menyediakan kendi berisi air di depan rumah sebagai bentuk keramahan kepada orang yang datang.

“Nah, zaman dulu, kalau di Betawi bahkan di ujung pagar di depan rumah itu ada kendi. Kendi isinya apa? Air. Buat apa? Mungkin orang buat cuci muka, mungkin buat wudu, mungkin buat minum, artinya begitulah kultur Betawi,” ucapnya.

“Nah, jadi artinya sengaja kita terima nih para tetamu dari mulai air. Tapi pasti airnya bukan buat cuci muka kita. Ini pemandangan balai kota. Balai kota ini dibangun tahun kira-kira 1890. Tapi nanti ada tour guide yang akan menyampaikan,” lanjut Rano.

Rano mengakui, pelaksanaan Namu Balai Kota masih perlu disempurnakan. Pemprov DKI akan terus melakukan evaluasi agar kegiatan tersebut dapat berjalan lebih baik dan memberikan pengalaman yang optimal bagi masyarakat.

“Nah sekali lagi, tentu kegiatan ini baru kita mulai pasti tidak akan sempurna. Tapi setiap kali kita akan terus menyempurnakan,” tuturnya.

Selain Namu Balai Kota, Pemprov DKI juga menggelar kegiatan bertajuk Serendo-rendo. Rano menjelaskan, istilah tersebut dalam bahasa Betawi berarti ramai-ramai atau berkumpul bersama.

“Hari ini, ada dua kegiatan yang kita lakukan, namanya Serendo-rendo. Serendo-rendo tuh kalau bahasa Betawi, rame-rame. Ngeriung kita,” tutur Rano.

“Nah jadi nanti malam ada acara di Lapangan Banteng. Rame. Wah ada penyanyi macam-macam, ada apa JKT. JKT 48. Kita nggak tahu dah JKT. Begini-begini kan,” lanjut dia.

Sementara itu, pada Minggu (18/10), kegiatan Serendo-rendo akan dilaksanakan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Acara tersebut akan melibatkan para raja dan sultan dari berbagai daerah di Nusantara.

“Nah besok, hari Minggu di HI, ada serendo-rendo juga dengan para raja dan sultan se-Nusantara. Nah besok pagi jam setengah tujuh kita mulai di HI. Kalau nanti malam kita mulai dari siang, dari jam dua kita akan bikin acara hari ini,” ucapnya.