Rano soal Soleh Solihun Komplain Rotasi Pegawai Pemprov Dadakan: Tak Mungkin
ยทwaktu baca 3 menit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merotasi ribuan pegawai Pemprov belum lama ini. Mayoritas pegawai yang dirotasi adalah eselon 3 dan 4.
Rotasi ribuan pegawai Pemprov DKI ini menuai sorotan dari salah satu artis Soleh Solihun. Sebab, istrinya yang bekerja di Dinas Pariwisata Pemprov DKI, kena rotasi dadakan.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan bahwa rotasi tersebut tidak dilakukan secara mendadak.
"Tentang [komplain rotasi] mendadak, enggak mungkin mendadak, prosesnya panjang, ya, kan," ujar Rano kepada wartawan, di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta Barat, Selasa (25/11).
Rano pun menyatakan bahwa proses pelaksanaan rotasi pegawai itu dilakukan dengan persiapan yang panjang.
"Bahkan kita selama enam bulan menjadi pimpinan di Jakarta, baru kita terjadi rotasi. Jadi bukan persiapan pendek gitu," imbuh dia.
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga telah memberikan respons terkait komplain Soleh Solihun tersebut.
Pramono menyebut keputusan rotasi itu sudah dipertimbangkan.
"Yang mengenai rotasi, memang sengaja pemberitahuannya last minute," kata Pramono di SMP 115 Jakarta, Kamis (20/11) lalu.
"Kenapa? Karena rotasi dengan jumlah total dua kali 1.800 lebih dan 1.800 lebih, total 2.700, tentunya enggak gampang, apalagi untuk pejabat eselon 3 dan 4," tambah dia.
Politikus PDIP ini menuturkan, ini merupakan rekor terbanyak di salah satu instansi. Meski begitu, Pram mengatakan tidak ada pegawai yang protes ketika dirotasi dadakan.
Sebelumnya, komplain tersebut disampaikan Soleh Solihun lewat cuitan di akun media sosial X miliknya, @solehsolihun.
"Dear pak @pramonoanung, tolong diperbaiki dong sistem rotasi pegawai di Pemprov DKI, terutama antar dinas. Tolong bilang kepada para Kepala Dinas, jangan mindahin pegawai pemberitahuannya h-1 pelantikan dan pegawai baru tau dia pindah ke mana, di hari h pelantikan," tulis Soleh dalam akun media sosial X. kumparan sudah mendapat izin dari Soleh Solihun untuk mengutip tulisan ini.
Soleh menuturkan, masalah rotasi dadakan ini sudah sering terjadi bertahun-tahun.
"Saya baru ngetwit sekarang. Tapi memang udah begini prosesnya selama bertahun-tahun. (Istri) kena rotasi yang kemarin," kata Soleh.
Komika ini menuturkan, meskipun rotasi pegawai masih di sekitar lingkup Pemprov DKI, jika sampai pindah dinas, otomatis kantor pun berbeda.
Ia menuturkan idealnya sebelum pegawai dipindah ada massa transisi selama satu bulan, wawancara di tempat baru, dan dilihat kompetensi serta rekam jejak pekerjaannya.
Ia pun berpesan agar Pramono Anung mengingatkan kepala dinas di Pemprov DKI jika ingin memindah atau merotasi pegawainya.
"Tolong ingetin juga para kepala dinas, kalau mau mindahin bawahannya minimal ajak ngomong, ada evaluasi kenapa dia dipindah. Pasti ada yang bingung, ketika tiba-tiba dipindah ke dinas yang tak sesuai dengan kompetensi dan bahkan tak meminta orang itu pindah," tutur Soleh.
