Rapid Test Antigen di Puncak Digelar Selama 8 Hari

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas merapid test antigen pada wisatawan yang menuju puncak. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas merapid test antigen pada wisatawan yang menuju puncak. Foto: Dok. Istimewa

Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor menggelar rapid test antigen selama libur Natal dan tahun baru di kawasan Puncak, Bogor. Test yang ditujukan untuk wisatawan itu akan digelar selama 8 hari dari tanggal 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

"Kegiatan ini akan terus berlanjut, kita diinstruksikan tanggal 24, 25, 26, 27 Desember, dan kembali dilanjutkan tanggal 31 Desember 2020 dan tanggal 1, 2 dan 3 Januari 2021. Jadi delapan hari lah," kata Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan, drg Cecep Surjana di lokasi rapid test antigen, Masjid Harakatul Jannah Gadog, Jumat (25/12).

Lokasi test antigen semula direncanakan di 4 titik. Namun untuk sementara lokasi rapid test difokuskan di gerbang tol Gadog.

"Posko rapid test di sini sementara, kalau rencana sebetulnya ada totalnya 4 titik. Cuma karena situasional di sini pintu gerbang jadi dikonsentrasikan di sini. Besok dua, di sini dengan yang di Gunung Mas," imbuhnya.

Wisatawan menuju Puncak, Bogor, dirapid test antigen. Foto: Dok. Istimewa

Cecep mengatakan, di hari kedua ini sudah 100 wisatawan yang menjalani rapid antigen dengan hasil seluruhnya negatif. Sedangkan kemarin, 200 wisatawan dengan hasil negatif.

"Kemarin negatif semua. Hari ini juga negatif semua, mudah-mudahan tidak ada yang positif ya. Mayoritas yang ikut rapid test antigen ini wisatawan yang menuju ke arah atas, Puncak," jelas Cecep.

Untuk kuota, Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor menyediakan 100 sampai 200 sampel per hari. Untuk penambahan kuota, petugas menunggu instruksi Dinas Kesehatan.

"Per harinya tergantung, 100 atau 200. Kalau besok juga tergantung instruksi dinas saja. Situasional tergantung instruksi karena kita hanya pelaksana di sini," katanya.

Sementara bagi wisatawan yang tetap ingin melanjutkan ke Puncak namun tidak mendapat kuota rapid test antigen, petugas akan menyarankan ke lokasi terdekat.

"Selain di sini ada 25 Puskesmas, 50 tenaga medis, dan 10 dokter. Sebagai tim kontrolnya kita siap," katanya.

Cecep mengatakan, jika ditemukan yang positif, Satgas COVID-19 meminta langsung mengurus secara mandiri. Wisatawan dianjurkan melakukan test PCR.

"Karena kita di sini tidak bisa melakukan test PCR, karena itu harus laboratorium. Kalau mandiri dia akan lebih cepat. Kita sarankan yang bersangkutan untuk mandiri ke PCR berlanjut karena kita tidak mungkin melakukan di sini," jelasnya.