Rapor Penanganan Corona Luhut Pandjaitan

Hari ini, tepat dua minggu Presiden Jokowi memberi tugas khusus ke Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan serta Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Tugas itu adalah menurunkan kasus positif harian dan kematian corona, juga meningkatkan kesembuhan di 9 provinsi prioritas.
Sembilan provinsi yang menjadi prioritas penanganan corona yaitu DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Sulsel, Bali, Sumut, dan Papua.
“Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate dan penurunan mortality rate,” kata Luhut dalam siaran pers Kemenko Maritim dan Investasi, Selasa (15/9).
Lalu, bagaimana perkembangan data terkait corona di 9 provinsi tersebut kini?
DKI Jakarta
Pertumbuhan kasus positif corona di Jakarta dua pekan terakhir masih fluktuatif. Penambahan kasus tertinggi terjadi pada 22 September dengan 1.352 kasus.
Sementara penambahan terendah terjadi pada 28 September dengan 898 kasus.
Jika dibuat data pekanan, pada 15 hingga 21 September terdapat penambahan 8.219 kasus positif. Atau kalau dirata-rata 1.174 kasus per hari.
Sementara di periode 22-28 September terdapat penambahan 8.023 kasus. Secara rata-rata 1.147 kasus per hari.
Sementara untuk pasien sembuh juga masih turun naik. Penambahan tertinggi terjadi pada 25 September. Saat itu ada 1.620 pasien sembuh.
Sementara penambahan terendah terjadi pada 17 September dengan 750 pasien sembuh.
Jika dibuat data pekanan, pada 15 hingga 21 September terdapat penambahan 7.296 pasien sembuh. Atau kalau dirata-rata 1.042 kasus per hari.
Sementara periode 22-28 September terdapat penambahan 8.113 pasien sembuh. Secara rata-rata 1.159 pasien per hari.
Sementara untuk kematian corona di DKI dari 15-21 September di angka 152. Jadi rata-rata pasien corona meninggal per hari 21 orang.
Lalu, di periode seminggu berikutnya, jumlah kematian corona mencapai 125 orang. Jadi rata-ratanya di angka 17 orang.
Catatan: untuk jumlah tes di DKI Jakarta sudah 4 kali lipat di atas standar WHO. Di pekan ketiga September mencapai 4.025 per 1 juta penduduk.
Standar WHO 1.000 tes per 1 juta penduduk per minggu.
Jawa Timur
Penambahan kasus corona di Jawa Timur juga menjadi sorotan. Khususnya soal kematian.
Pada periode 15 sampai 22 Agustus terdapat kasus positif sebanyak 2.645. Artinya secara rata-rata di angka 377 kasus per hari.
Sementara di pekan berikutnya, terjadi penambahan 2.098 kasus. Rata-rata berarti 299 kasus per hari.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 2.670. Berarti rerata pasien sembuh per hari sebanyak 381 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 2.748. Atau jika dirata-ratakan mencapai 392 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Jatim menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi di Indonesia.
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat 190 kasus meninggal. Berarti rata-ratanya ada 26 kematian per hari.
Sementara satu minggu kemudian, kematian corona mencapai 148. Berarti rata-rata ada 21 kematian dalam sehari.
Catatan: jumlah tes corona di Jatim belum memenuhi standar WHO. Dalam data minggu ketiga September tes di Jatim hanya 534 per 1 juta penduduk per minggu. Standar WHO 1.000 per 1 juta penduduk.
Jawa Tengah
Jateng masih menjadi provinsi dengan kasus akumulasi corona tertinggi ketiga di Indonesia.
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan 1.828 kasus. Sehingga rata-rata per harinya di angka 261.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 2.177. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 311.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 1.989 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 284 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 2.268 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 324 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Sementara itu, untuk angka kematian corona di Jateng pada 15-21 September adalah 119 orang. Berarti rataan per harinya mencapai 17 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan 125 kasus meninggal berjumlah. Sehingga dalam 24 jam terdapat 18 kematian corona di Jateng.
Catatan: Tes corona di Jateng sedikit lagi memenuhi standar WHO. Pada minggu ketiga September 902 tes per 1 juta penduduk per minggu.
Sulawesi Selatan
Sebagai wilayah dengan klaster corona yang cukup banyak, bagaimana perkembangan kasus corona dua pekan terakhir?
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan 952 kasus. Sehingga rata-rata per harinya di angka 136.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 998. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 142.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 444 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 63 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 872 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 124 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Sementara itu, untuk angka kematian corona di Sulsel pada 15-21 September adalah 17 orang. Berarti rataan per harinya mencapai sekitar 2 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan kasus meninggal berjumlah 13 orang. Sehingga rataan kematian corona tak sampai 2 orang.
Catatan: Tes corona di Sulsel masih jauh dari target WHO. Di pekan ketiga September hanya mencapai 429 tes per 1 juta penduduk.
Jawa Barat
Jawa Barat menjadi provinsi yang belakangan kasus coronanya meningkat.
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan 2.861 kasus. Sehingga rata-rata per harinya di angka 408.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 3.979. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 568 orang.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 2.294 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 327 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 3.029 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 432 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Untuk angka kematian corona di Jabar pada 15-21 September adalah 21 orang. Berarti rataan per harinya mencapai 3 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan kasus meninggal berjumlah 71 orang. Sehingga rataan kematian corona adalah 11 orang.
Catatan: Tes corona di Jabar masih jauh dari standar WHO. Misalnya pada pekan ketiga September, hanya ada 344 tes per 1 juta penduduk.
Kalimantan Selatan
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan 392 kasus. Sehingga rata-rata per harinya di angka 56.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 420. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 60 orang.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 773 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 110 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 461 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 65 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Untuk angka kematian corona di Jabar pada 15-21 September adalah 12 orang. Berarti rataan per harinya tak sampai 2 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan kasus meninggal berjumlah 16 orang. Sehingga rataan kematian corona adalah 2 orang.
Catatan: Tes di Kalsel sempat menyentuh standar WHO. Namun di pekan ketiga turun sedikit di angka 967 per 1 juta penduduk.
Sumatera Utara
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan 909 kasus. Sehingga rata-rata per harinya di angka 129.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 655. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 93 orang.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 503 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 72 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 1.071 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 153 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Untuk angka kematian corona di Sumut pada 15-21 September adalah 40 orang. Berarti rataan per harinya mencapai 6 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan kasus meninggal berjumlah 22 orang. Sehingga rataan kematian corona adalah 3 orang.
Catatan: Tes corona di Sumut masih di bawah standar WHO. Hanya 631 per 1 juta penduduk di minggu ketiga September.
Bali
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan kasus 575 orang. Sehingga rata-rata per harinya di angka 82.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 753. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 107 orang.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 636 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 90 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 705 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 100 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Untuk angka kematian corona di Bali pada 15-21 September adalah 43 orang. Berarti rataan per harinya mencapai 6 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan kasus meninggal berjumlah 41 orang. Sehingga rataan kematian corona adalah kurang dari 6 orang.
Catatan: Tes corona di Bali hanya 536 per 1 juta penduduk di pekan ketiga September.
Papua
Pada periode 15 sampai 21 September terdapat penambahan 604 kasus. Sehingga rata-rata per harinya di angka 86.
Lalu di periode berikutnya, kasus positif berjumlah 824 orang. Berarti rataan penambahan kasus per hari adalah 117 orang.
Sementara itu untuk pasien sembuh pada periode 15 sampai 21 September adalah 156 orang. Berarti rataan pasien sembuh per hari sebanyak 22 orang.
Lalu di minggu berikutnya, ada pasien sembuh sebanyak 185 orang. Atau jika dirata-ratakan mencapai 26 kasus corona sembuh dalam 24 jam.
Untuk angka kematian corona di Papua pada 15-21 September adalah 15 orang. Berarti rataan per harinya mencapai 2 orang.
Sedangkan satu minggu kemudian, penambahan kasus meninggal berjumlah 9 orang.
Catatan: Tes corona di Papua masih jauh di bawah standar WHO. Di pekan ketiga September misalnya, hanya 447 per 1 juta penduduk.
Berdasarkan data Satgas di atas, berikut rapor pengendalian kasus di 9 provinsi:
Jakarta: Kasus positif menurun, sembuh meningkat, meninggal turun
Jatim: Kasus positif menurun, sembuh meningkat, meninggal turun
Jateng: Kasus positif meningkat, sembuh meningkat, meninggal naik
Sulsel: Kasus positif meningkat, sembuh meningkat, meninggal turun
Jabar: Kasus positif meningkat, sembuh meningkat, meninggal naik
Kalsel: Kasus positif meningkat, sembuh menurun, meninggal naik
Sumut: Kasus positif menurun, sembuh meningkat, meninggal turun
Bali: Kasus positif meningkat, sembuh meningkat, meninggal turun
Papua: Kasus positif meningkat, sembuh meningkat, meninggal turun
Apa yang dilakukan Luhut, Doni, dan pemerintah pusat terkait hal ini tentunya juga tak lepas juga dari peran pemerintah daerah dan masyarakatnya.
