Rasa Syukur Warga Pulau Masela ke Jokowi Setelah Dibuatkan Jalan

Warga pulau Masela di provinsi Maluku, berharap Presiden Jokowi suatu saat nanti, bisa datang untuk berkunjung dan menemui 2.241 warga Pulau Masela. Harapan itu disampaikan para warga setelah mereka terbantu dengan adanya pembangunan jalan raya nasional sepanjang 34 KM yang mengelilingi pulau Masela dengan luas wilayahnya 271.61 kilometer persegi.
Lukas (32) warga yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Latalola Besar, Kecamatan Pulau Masela, mengaku cukup senang dengan hadirnya pembangunan jalan di daerahnya.
"Beta sangat senang bisa punya jalan sebagus itu. Kalau dulu saya ke tempat keluarga di Desa Uiwili, saya harus pakai perahu dan waktunya juga begitu lama. Sekarang saya tinggal pinjam sepeda motor teman saja bisa ke rumah keluarga," kata Lukas kepada kumparan (kumparan.com), di Latalola Besar, Pulau Masela, Maluku, Sabtu (28/4).

Selain mempermudah akses mobilitas, warga lainnya mengaku jalan tersebut memudahkan mereka dalam aktivitas sehari-hari seperti beternak dan juga bertani. Hal itu disampaikan oleh Camat Latalola Besar, Hengky Bebena.
Hengky mengaku merasa bangga atas perhatian yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian PUPR, untuk membangunan daerah tersebut.
"Saya kira ini lebih membantu masyarakat dan ini, masyarakat sangat mendambakannya (pembangunan jalan) sehingga akses ekonomi semakin bagus apalagi kita ini kan di kepulauan perbatasan, ini sangat penting buat rakyat. Semoga rakyat bisa lebih percaya terhadap pemerintah," ujar Hengky.
Hengky menambahkan bahwa sejak adanya akses jalan ini, meskipun belum sepenuhnya rampung, sudah banyak masyarakat yang cukup terbantu mobilitasnya. Ia berharap agar langkah ini bisa terus dilanjutkan oleh pemerintah ke depannya agar mampu mengubah pola pikir masyarakat setempat yang dinilai masih tradisional.
"Kita tidak menyangka ternyata perhatian pemerintah sampai begini. Makanya warga sangat antusias dengan perhatian pemerintah ini. Kami berharap disini kalau bisa ada Menteri yang turun sehingga kita mengusulkan sesuatu dan merubah sikap masyarakat yang masih sangat tradisional berubah semakin maju," ujar Hengky.

Selain mengharapkan kehadiran menteri, ia juga berharap Jokowi juga bisa mengunjungi daerahnya agar mengetahui Pulau Masela. Sebab, Pulau Masela mempunyai daya tarik pariwisata yang cukup tinggi.
"Lebih bagus malah kalau Pak Jokowi bisa ke sini. Karena kalau Pak Jokowi datang atau petinggi lain datang, maka akan terjadi perubahan besar-besaran seperti jalan ini. Ini saja sudah bagus sekali," tambahnya.
Sementara Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Ambon, Kementerian PUPR, Satrio Sugen mengatakan bahwa pembangunan ruas jalan nasional lingkar Masela baru akan rampung sepenuhnya di pada 2019 mendatang. Pembangunan jalan ini masih menyisakan separuhnya lagi.
"Pulau Marsela panjangnya 34 km, yang sudah diaspal sejauh ini 17 KM. Kita upayakan tembus untuk mengitari pulau karna ini pulau paling selatan di provinsi Maluku Zona ekonomi eksklusif dan berbatasan dengan Australia," ucap Satrio.
Lebih lanjut, di tahun 2018 ini, BPJN XVI Ambon sudah menyiapkan dana preservasi rekonstruksi jalan lingkar Masela kurang lebih sebanyak Rp 18,445 miliar untuk biaya rutin jalan dan rekonstruksi pembangunan sepanjang 17 KM jalan yang sudah selesai. Sementara sisanya akan masuk pada anggaran pembiayaan tahun 2019 mendatang.
