Ratna Sarumpaet: Meme Tentang Saya untuk Sudutkan Anies

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratna Sarumpaet bersama penasehat hukumnya. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ratna Sarumpaet bersama penasehat hukumnya. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Kasus penderekan mobil milik aktivis Ratna Sarumpaet oleh petugas Dishub DKI Jakarta meluas dengan cepat melalui media sosial. Setelah itu, muncul meme yang berkaitan dengan kejadian itu.

Namun, Ratna tidak ambil pusing terkait beredarnya meme tersebut. Ia menganggap meme sudah menjadi tradisi di masyarakat.

"Kalau Kak Ratna sih enggak bisa bilang apa-apa. Kayaknya sudah menjadi tradisi kita sekarang kalau enggak sepaham denganku, ya di meme-meme saja," ujar Ratna dalam konferensi pers di Restoran Dapur Indonesia, Jalan Sabang, Jakarta Pusat pada Senin (9/4).

X post embed

Ia menilai, meme tersebut muncul sebagai bentuk provokasi dan upaya membenturkan dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Peristiwa itu seperti membuka jalan bagi orang yang tak suka dengannya untuk melebihkan kasus ini.

"Peristiwa tersebut telah membuka kesempatan bagi orang-orang yang tidak suka dengan saya untuk mendramatisir kejadiannya," kata dia.

"Mereka menyebarkan kebencian, melakukan hasutan dalam berbagai bentuk meme, melakukan framing berita yang provokatif dengan tujuan untuk menyudutkan Gubernur DKI Jakarta," jelas dia.

Ratna juga menegaskan dirinya sama sekali tidak bersalah dalam peristiwa yang terjadi pada 3 April itu. Ia mengatakan mobilnya dalam kondisi berhenti, sehingga petugas Dishub tidak berhak melakukan penderekan.

Ratna yang didampingi pengacaranya, Samuel Lengkey pun mensomasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah, dan Sudinhub Jakarta Selatan yang isinya meminta agar pihak Dishub DKI menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang menimpanya.

"Saya meminta penjelasan tentang permasalahan penegakan peraturan daerah yang saya alami dan penjelasan tersebut wajib dimuat di koran dan berita nasional, karena selama ini masalah penderekan mobil telah membuat banyak masyarakat menjadi korban," tutup Ratna.