Ratna Sarumpaet Ogah Berpolitik Lagi: Enggak Cocok Buat Saya

kumparanNEWSverified-green

comment
15
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Usai keluar dari penjara, aktivis Ratna Sarumpaet mengaku tetap tidak tertarik terjun ke dunia politik. Meski ia kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah, namun Ratna merasa tidak cocok menjadi politisi.

"Saya tidak berpolitik. Saya itu sebenarnya counter politik, meng-counter kesalahan-kesalahan dalam kebijakan. Itu sebenarnya posisi mungkin yang salah kemarin. Salah dalam tanda kutip ya. Enggak cocok buat saya, mungkin ya," kata Ratna di kediamannya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (26/12).

Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ratna menuturkan, saat ini ia belum tahu apa yang akan ia lakukan setelah resmi bebas. Menurutnya, ia ingin mengosongkan kepala terlebih dahulu dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Lalu ada buku yang belum saya selesaikan waktu di tahanan. Itu akan saya selesaikan dan insyaallah bulan depan terbit. Kalau selebihnya enggak kepikiran dulu. Mungkin mau bikin teater, mau bikin film," tutupnya.

kumparan post embed

Ratna Sarumpaet merupakan terpidana penyebaran hoaks yang menimbulkan kegaduhan. Saat itu, Ratna yang merupakan pendukung paslon Prabowo-Sandi, mengaku dikeroyok orang tak dikenal saat berada di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Pengakuan Ratna ini lalu menghebohkan masyarakat. Bahkan, capres Prabowo Subianto dan politisi Fadli Zon serta Hanum Rais langsung turun tangan membela Ratna.

Namun, dari hasil penyelidikan, rupanya luka lebam di wajah Ratna bukan disebabkan oleh tindakan kriminal, melainkan sisa operasi plastik. Akibat kebohongannya itu, Ratna diganjar hukuman penjara dua tahun dipotong masa tahanan.