kumparan
14 Agustus 2018 12:41

Ratu Kerajaan Ubur-ubur Klaim Akan Dapat Uang dari Presiden Jokowi

Kediaman Kerajaan Ubur-ubur, Banten
Suasana di Kediaman Kerajaan Ubur-ubur, Banten, Selasa (14/8/2018). (Foto: Irish Tamzil/kumparan)
Kerajaan Ubur-ubur rupanya bukan hanya mengajarkan Islam secara menyimpang dan menyesatkan. Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur mengklaim akan mendapat sejumlah dana yang dicairkan oleh Presiden Jokowi.
ADVERTISEMENT
Klaim tersebut dipaparkan kembali oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tadjuddin. Dia mengatakan, pencairan dana itu disampaikan Aisah Tusalamah Baiduri Intan, Ratu Kerajaan Ubur-ubur, saat mediasi bersama MUI pada Senin (13/8).
Tadjuddin menjelaskan, Aisah mengaku mendapatkan wahyu dari dunia gaib. Wahyu itu berisi amanat untuk melunasi utang-utang yang dimiliki Indonesia. Adapun cara melunasi utang itu dengan mencairkan sejumlah uang yang berada di bank dalam negeri dan luar negeri.
"Rekening di bank luar negeri atas nama Maryam. Rekening dalam negeri atas nama Muhammad dengan nama M1. Ini semua minggu ini akan dicairkan tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Presiden Jokowi," kata Tadjuddin saat ditemui kumparan di lokasi, Serang, Banten, Selasa (14/8).
ADVERTISEMENT
Menurut penuturan Tadjuddin, Aisah juga mengaku telah didatangi seorang utusan Jokowi untuk pencairan dana tersebut. Dalam satu pekan ini, pencairan dana rencananya akan dilakukan.
"Dia mengatakan utusan Jokowi sudah datang menemui dia berinisial IDR. Dan itu seorang tentara yang bertugas di luar jawa. Itu menurut pengakuannya," tambah Tadjuddin.
Kediaman Kerajaan Ubur-ubur, Banten
Suasana di Kediaman Kerajaan Ubur-ubur, Banten, Selasa (14/8/2018). (Foto: Irish Tamzil/kumparan)
MUI Kota Serang mencatat bahwa ada tiga kesesatan dan enam penyimpangan yang dilakukan Kerajaan Ubur-ubur. Beberapa diantaranya adalah: Menyebut Muhammad adalah wanita, Kakbah bukan kiblat umat Islam, mengaku sebagai perwujudan Allah, hingga mengklaim sebagai jelmaan Nyi Roro Kidul.
Hingga kini, Kerajaan Ubur-ubur masih tegak berdiri di di Lingkungan Tower Indah Sayabulu RT 02/RW 07, Serang, Banten. Jumlah pengikutnya ada sekitar 12 orang. Saat dimediasi oleh MUI, pemimpin sekte tersebut justru mengusir perwakilan MUI. Namun pihak MUI masih membuka ruang agar mereka bertaubat.
ADVERTISEMENT
"Kami MUI memberikan garansi kalau dia mau taubat, mau insyaf ke jalan yang lurus, kami akan lakukan pembinaan," tutup dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan