News
·
25 November 2020 11:39

Ratusan Sepatu Mejeng di Depan DPR Saat Aksi Tuntut RUU PKS Segera Disahkan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ratusan Sepatu Mejeng di Depan DPR Saat Aksi Tuntut RUU PKS Segera Disahkan (105862)
Sepatu-sepatu yang tersusun di depan DPR RI untuk menuntut pengesahan RUU PKS Foto: Youtube/@The Body Shop Indonesia
Ratusan pasang sepatu tersusun rapi di depan gedung DPR RI sejak Rabu (25/11) pagi. Beberapa poster yang didominasi warna ungu juga terpasang di antara sepatu-sepatu itu, salah satunya bertuliskan "No Excuse For Abuse".
ADVERTISEMENT
Aksi gelar sepatu di depan Gedung DPR merupakan gerakan 'Shoes In Silence' yang digagas oleh Yayasan Pulih, The Body Shop, dan Magdalene. Gerakan ini sebagai upaya menuntut DPR segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).
Ratusan sepatu yang tersusun berasal dari masyarakat yang menyumbang untuk aksi ini. Di antara sepatu-sepatu itu terdapat pesan dari pemiliknya, yang berisi dukungan agar RUU PKS disahkan.
Ratusan Sepatu Mejeng di Depan DPR Saat Aksi Tuntut RUU PKS Segera Disahkan (105863)
Public Relations Yayasan Pulih Wawan Suwandi. Foto: Youtube/@The Body Shop Indonesia
Public Relation Yayasan Pulih, Wawan Suwandi, yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan Indonesia memiliki persoalan kekerasan seksual yang cukup serius. Menurutnya, korban kekerasan seksual banyak yang takut melapor karena merasa ketakutan. Apalagi jika pelakunya memiliki jabatan atau status ekonomi yang kuat.
"Untuk itu dengan adanya payung hukum Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual kita harap korban bisa mendapatkan keadilan," kata Wawan.
ADVERTISEMENT
Wawan berharap RUU PKS dapat dipertahankan dalam Prolegnas 2021, dan mengajak para anggota DPR yang masih memiliki hati nurani untuk ikut mengesahkan.
Ratusan Sepatu Mejeng di Depan DPR Saat Aksi Tuntut RUU PKS Segera Disahkan (105864)
Sepatu-sepatu yang tersusun di depan DPR RI untuk menuntut pengesahan RUU PKS Foto: Youtube/@The Body Shop Indonesia
"Kita harap anggota DPR yang terhormat tidak mengulangi lagi perbuatannya di tahun 2020 ini, dengan mengeluarkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dari Prolegnas 2021 nanti. Kita harap peristiwa itu tidak terjadi lagi," kata Wawan.
"Untuk itu kami mengajak anggota DPR RI berada di sisi kami untuk bersama-sama berpihak kepada korban dengan mengesahkan RUU PKS," tambah dia.
Setelah dari DPR, ratusan pasang sepatu itu akan dikirim ke Komnas Perempuan. Di sana, ratusan sepatu berbagai jenis itu akan dijadikan instalasi seni.
Hingga saat ini, RUU PKS belum kunjung disahkan usai Juni lalu pembahasan RUU tersebut dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.
ADVERTISEMENT