Ratusan Warga Jember Gelar Ruwatan Bumi dan Doa Bersama Lintas Etnis
·waktu baca 2 menit

Bupati Jember, Hendy Siswanto turut dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang menggelar ritual Ruwatan Bumi Jember dan Doa Bersama Lintas Etnis di Alun-Alun Jember pada Minggu (7/7/2024).
Bersama sekitar 500 orang terlihat mengarak tiga gunungan yang diiringi alunan grup kesenian Jaranan Padang Pasir, Cemeti Sodo Lanang, Gamelan Kyai Samudro, Pencak Silat Cimande, Pataji Nuso Barong, Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN), Ormas, OKP dan lainnya.
Rute arak-arakan berjalan mulai dari Jalan Kartini menuju utara ke pusat kota mengitari alun-alun. Ketika arak-arakan berhenti di tengah alun-alun, Bupati Hendy menabuh gong, kemudian memotong tumpeng tanda ruwatan dimulai.
Bupati Hendy bersama istrinya Kasih Fajarini secara simbolis mewakili masyarakat Jember menjalani ruwatan dengan dibasuh kakinya. Bergantian sejumlah tokoh termasuk KH Abdul Rasyid dan Gus Iqbal membacakan doa.
Terdengar lantunan doa ala Jawa dibacakan oleh Kiai Abdul Rasyid, yang dilanjutkan oleh Gus Iqbal, dan diteruskan oleh perwakilan lintas agama. Pada akhir ruwatan ditandai pelepasan seekor ayam jantan.
Bupati Hendy berharap ruwatan juga menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi antar warga Jember. Mengingat, kerukunan adalah pondasi kokoh bagi usaha mengembangkan daerah.
"Kita ingin masyarakat bersama-sama membuat Jember terus maju dan semakin lebih baik," tuturnya.
Ketua Panitia Ruwatan Bumi Jember, Miftahul Rachman menyampaikan ruwatan mengambil momentum pergantian tahun baru Islam yang memasuki bulan Muharram dalam penanggalan Hijriah. Istilah Jawa dikenal dengan sebutan bulan Suro.
"Merupakan wujud syukur kami atas limpahan anugerah dari Allah kepada masyarakat Kabupaten Jember," jelas pria yang akrab disapa Memet itu.
Adapun pelibatan antar etnis dapat dimaknai sebagai bentuk kerukunan warga di tengah kehidupan Jember yang multikultural. Sekaligus melestarikan tradisi gotong royong.
"Kami bersama 16 etnis yang tergabung dalam FPK Kabupaten Jember menggelar acara ini untuk menjaga nilai-nilai budaya leluhur. Nuansa gotong royong itu sangat kental terlihat dalam acara Ruwatan ini, bahkan setiap peserta membawa tumpeng untuk dinikmati sendiri," urai Memet.
Wakil Ketua FPK Jember Ignatius Sumarwiadi menyebut ruwatan diharapkan bisa meredam setiap perbedaan agar tidak sampai berujung pada konflik. Apalagi, sebentar lagi akan dimulai Pilkada yang tentu terjadi perbedaan pilihan.
"Terlebih Menjelang Pilkada 2024, kami berharap agar Jember tetap kondusif dijauhkan dari segala mara bahaya," ujarnya.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
