Rayakan Tertangkapnya Haryadi Suyuti, Aktivis di Yogya Gelar Aksi Potong Rambut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivis Yogya Dodok Putra Bangsa menggunduli rambutnya di Kantor Balai Kota Yogyakarta setelah eks Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti ditangkap KPK, Sabtu (4/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktivis Yogya Dodok Putra Bangsa menggunduli rambutnya di Kantor Balai Kota Yogyakarta setelah eks Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti ditangkap KPK, Sabtu (4/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Tertangkapnya mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti oleh KPK turut dirayakan aktivis di Yogyakarta. Seorang aktivis bernama Dodok Putra Bangsa memotong rambutnya hingga gundul di depan Kantor Wali Kota Yogyakarta, Sabtu (4/6).

Pantauan kumparan, Dodok menggelar aksi potong rambut hingga gundul seorang diri. Dia memotong rambutnya tetap di depan Kantor Wali Kota Yogyakarta.

Setelah memotong rambutnya, aktivis dari Warga Berdaya dan Jogja Ora Didol tersebut juga juga melempar papan nama kantor wali kota dengan telur. Dia mengartikan hal itu sebagai penanda pengungkapan kasus korupsi di Yogyakarta telah pecah telur.

Dodok mengaku telah mencium praktik korup Haryadi sejak bertahun-tahun lalu. Dia mengatakan, bahwa potong rambut ini punya makna yang mendalam karena rambut adalah simbol mahkota.

"Bukan bersyukur tetapi sebagai pengingat saja sebagai ritual bahwa kita lepaskan mahkota memulai hal baru karena dalam mahkota ini ada otak yang harus digunakan secara betul untuk menyejahterakan rakyat sebagai pemimpin daerah," kata Dodok.

Dodok tidak kali ini saja melakukan aksi protes. Pada tahun 2014 lalu, dia pernah menggelar aksi mandi tanah. Aksi itu bersama warga Kampung Miliaran itu sebagai protes atas menyusutnya air sumur akibat penyedotan air tanah oleh hotel.

Aktivis Yogya Dodok Putra Bangsa menggunduli rambutnya di Kantor Balai Kota Yogyakarta setelah eks Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti ditangkap KPK, Sabtu (4/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Di 2014 saya pernah melakukan aksi mandi tanah di depan hotel karena dampak kebijakan pemerintah kota," ujar Dodok.

"Di 2016 kita gelar Ruwat Bumi Tanah Leluhur Kutha di sini kita mandikan simbol kantor wali kota dengan kembang 7 rupa dan air dari 7 kampung," sambungnya.

Selanjutnya, pada 2019, Dodok melakukan ritual mengencingi papan nama Kantor Wali Kota Yogyakarta untuk menolak aura negatif dan aura jahat.

"Sebenarnya saya nggak benci dengan mantan Wali Kota HS ini. Nggak benci tapi kita dulu mengusir aura negatifnya. Aura negatif yang ada di Balai Kota ini yang kebetulan medianya Haryadi Suyuti," bebernya.

kumparan post embed

Menurutnya, tertangkapnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nurwidhihartana sebagai bukti bahwa korupsi dilakukan secara struktural.

"Apakah tidak mungkin struktural seperti itu tidak hanya ke bawah tapi ke atas. Harapan saya seperti itu," tandasnya.

KPK mengungkap praktik dugaan suap pengurusan izin yang dilakukan mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Diduga, ia sudah beberapa kali menerima suap terkait pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).