"Rayap Besi" Beraksi di Kampung Melayu: Pagar Taman Raib, Pelaku Diburu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi pagar yang digondol maling di dekat terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi pagar yang digondol maling di dekat terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

'Rayap Besi' beraksi di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pagar besi taman yang melintang di bawah Flyover Kampung Melayu hilang dicuri.

Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (7/7) siang, hampir seluruh area yang sebelumnya dipasang pagar kini telah raib, mengakibatkan kerusakan di dinding beton penyangga pagar tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali (45), mengatakan awal mula peristiwa penggondolan pagar besi ini sudah terjadi sejak bulan April hingga Mei lalu.

“Sebulan setelah Lebaran ya sudah ada, akhir April, awal Mei lah," kata Nurdin.

Sementara itu, saksi mata yang sekaligus memviralkan aksi penggondolan pagar besi di media sosial, Ijoel, menerangkan penggondolan tersebut terjadi dalam jangka waktu yang berbeda-beda dan pelaku tersebut tidak sekaligus menggondol semua pagar besi di sana.

"Kalau untuk maling pagar besi nya sudah berjalan 3 hari, jadi mereka gak langsung semuanya diambil," ujar Ijoel saat dikonfirmasi kumparan.

Ia menambahkan, kejadian penggondolan tersebut dilakukan di hari dan waktu yang berbeda.

"Per hari beda jam beraksinya. Ada yang malam banget, ada yang pas sore, ada yang pas sebelum tengah malam," imbuhnya.

Gunakan Alat Pemotong

Kondisi pagar yang digondol maling di dekat terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Para pelaku pencurian tersebut melancarkan aksinya dengan cara merusak dengan alat pemotong seperti linggis dan besi.

"Pake alat motong besi, linggis, dan lain-lain," tambahnya.

Dirinya juga telah melapor ke polisi yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun saat didatangi para pelaku tidak berada di lokasi.

Saat ini, Satpel Pertamanan tengah memperbaiki dan membangun kembali pagar besi yang hilang. Sementara Satpol PP juga menempatkan personel untuk berjaga di lokasi guna mencegah pencurian kembali.

Pramono Siapkan Sanksi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons viralnya aksi pencurian pagar besi ini.

“Jakarta ini sebagai kota yang terbuka tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO," kata Pramono kepada wartawan, Selasa (7/7).

Pramono mengatakan, Pemprov DKI telah menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan memberikan sanksi kepada pelaku.

“Kalau dia pelajar, maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan," tegasnya.

Selain itu, Pramono meminta aparat memanfaatkan kamera pengawas yang telah terpasang di hampir seluruh jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk mengidentifikasi pelaku.

"Sekarang ini hampir semua JPO sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya. Mudah-mudahan bisa kita tangkap," ujarnya.

Kasus Serupa di Jakut

Kondisi jembatan di Sunter Agung, Jakut yang diduga dibongkar oleh pencuri besi pada Sabtu (14/2). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kasus serupa sempat terjadi di jembatan di Sunter Agung, Jakarta Utara. Pembatas jembatan rusak dibongkar 'Rayap Besi' pada Februari silam.

Hampir seluruh bagian dari pembatas jembatan itu rusak. Beton pembatasnya tampak keropos hingga besi kerangkanya terlihat.

Bahkan, sejumlah besi kerangka sudah tampak hilang. Di dalam video yang beredar, terduga pelaku melakukan pembongkaran di siang bolong saat kendaraan banyak yang melintas.

Seorang pedagang di sekitar jembatan itu bersaksi bahwa memang sering ada pencuri besi di kawasan itu. Selain besi pembatas jembatan, mereka juga suka mengambil besi milik PLN.

Sebanyak tiga pelaku kemudian tangkap Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok.

"Satu (orang) mati kesetrum," ucap pedagang itu saat ditemui.

"Iya, (pakai) gergaji dipotong. Gak tahu deh tegangan tinggi, dia pikir gak ada ini (listrik), di gorong-gorong ngambilnya, jadi di kolong,” tambahnya.