RDF Rorotan Baru Operasikan Satu Jalur, Pramono: Kendala di Transportasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Peluncuran Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Peluncuran Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara, saat ini baru mengoperasikan satu dari tiga jalur pengolahan sampah yang tersedia.

Dia menjelaskan, satu jalur yang telah beroperasi tersebut mampu mengolah sekitar 800 ton sampah per hari. Sementara dua jalur lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Produksinya sendiri dari tiga line yang sudah beroperasi penuh satu line, yaitu 800 ton per hari dan line kedua ketiga sedang dalam persiapan,” ujar Pramono dalam konferensi pers Aksi Kolaborasi Peluncuran Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di Jakarta, Senin (10/8).

Pramono mengatakan, pengoperasian jalur RDF Rorotan sangat bergantung pada ketersediaan transportasi untuk mengangkut sampah menuju fasilitas tersebut.

Aktivitas pengolahan sampah di fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Kalau kemudian transportasinya itu tidak ada hambatan, karena problemnya di sini sekarang bukan RDF Rorotan sendiri, tetapi adalah transportasi,” kata Pramono.

Dia menjelaskan, apabila pasokan sampah yang masuk mencapai sekitar 2 ribu ton per hari, tiga jalur pengolahan dapat dioperasikan secara bersamaan.

“Kalau memang bisa katakan lah sampah di sini setiap harinya bisa 2 ribu, maka 3 line itu akan kami operasikan secara bersama-sama,” ujar dia.

Namun, jika pasokan sampah masih sekitar 1.000 ton per hari, pengoperasian akan disesuaikan dengan jumlah sampah yang tersedia.

Aktivitas pengolahan sampah di fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Kalau masih 1.000 pengiriman sampahnya, maka satu line sekarang, line yang satu ini rata-rata 800, kami akan gunakan line yang kedua untuk produksi antara 200 sampai 400,” lanjutnya.

Pemprov DKI Jakarta juga tengah membenahi sarana transportasi menuju RDF Rorotan. Pramono mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan agar truk pengangkut sampah menggunakan truk compactor untuk mencegah air lindi terbuang selama perjalanan.

“Untuk itu saya sudah menginstruksikan semua truk sementara ini harus pakai yang compacter, yang tidak ada pembuangan air lindinya, tidak berbau,” tutur dia.

Aktivitas pengolahan sampah di fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pemprov DKI juga akan membangun jalan khusus untuk mendukung mobilitas truk pengangkut sampah menuju RDF Rorotan.

“Pembebasan lahan sudah dilakukan, kami segera untuk membangun jalan khusus untuk sarana transportasi menggunakan truk kompaktor yang menuju dari TPS 3R ke tempat ini,” kata Pramono.