RDF Rorotan Ditargetkan Beroperasi Bulan Depan, Emisi dan Bau Sudah Berkurang
·waktu baca 2 menit

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengungkap pengoperasian fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Rorotan ditargetkan mulai berjalan bulan depan, November 2025.
“Rorotan insyaallah bulan depan kita coba jadwalkan. Alhamdulillah sebenarnya sudah adem. Dari bau, kemudian emisi aset, sudah sangat-sangat berkurang,” ujar Asep selepas acara Media Briefing Isu Mikroplastik dalam Air Hujan dan Fenomena Panas Ekstrem di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24 Oktober).
Asep juga menyinggung potensi berkurangnya pemberian sampah kepada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.
“Dengan pembangunan PSEL nantinya dan pengoperasian RDF Rorotan itu insyaallah akan mengurangi sampah yang akan diberi ke Bantar Gebang. Dan itu pasti akan mengurangi open dumping di sana,” ucapnya yakin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan fasilitas RDF Rorotan telah memasuki tahap commissioning. Meskipun belum berjalan dalam kapasitas penuh, Pramono menyebut pelaksanaan sejauh ini berlangsung lancar.
“Jadi rorotan kita sekarang ini sebenarnya sudah mulai melakukan commissioning. Tapi memang skalanya itu belum skala yang besar. Skalanya antara 100 sampai dengan 200 ton,” ujar Pramono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/10).
Ia menjelaskan, pengujian RDF Rorotan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah sampai hari ini, rata-rata commissioning yang dilakukan, yang juga kemudian mengundang masyarakat, berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Menurut Pram, RDF Rorotan ditargetkan mampu mengolah sampah hingga 2.000-2.500 ton. Namun, untuk tahap awal, ia ingin memastikan sistem pengolahan berjalan stabil dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.
“Tetapi karena ini kapasitasnya adalah 2.000-2.500 (ton), saya pengin nanti harus pada sampai dengan feeder ataupun sampah yang dimasukkan itu di atas 1.000 atau 1.500 (ton),” jelas Pramono.
Pemprov DKI telah melakukan sejumlah perbaikan, salah satunya dengan pemasangan deodorizer atau alat penyerap bau.
“Kalau itu bisa dilakukan dan kemudian tidak menimbulkan efek bau dan sebagainya, saya yakin pasti apa yang sudah kita lakukan perbaikan di Rorotan dengan memasang deodorizer, ternyata memang bisa mengurangi persoalan yang kemudian kemarin dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.
