Recehan Dibuang Sayang

Berapa banyak dari kamu yang hobi mengumpulkan uang logam receh? Kalau sudah bertahun-tahun sebaiknya dicek, siapa tahu hasilnya sudah banyak.
Pernah ingat beberapa waktu lalu ada warga di Depok, Jawa Barat, yang membeli motor dengan uang logam yang jumlahnya mencapai Rp 32 juta? Kisah seperti warga Depok ini bisa saja terjadi di tempat lain. Kebetulan uang logam memang salah satu alat pembayaran yang sah di Indonesia, ada yang nilainya Rp 100, Rp 500, dan Rp 1.000.
Tapi ya karena berbagai macam alasan, biasanya orang memilih menumpuk uangnya ditaruh di kaleng atau di wadah.
Salah satu kisah orang yang mengumpulkan uang recehan ini adalah Dwi Sapta Yuniardi (35). Selama dua tahun dia mengumpulkan koin recehan yang didapat dari kembalian saat berbelanja di minimarket.
Tidak terasa uangnya sudah mencapai Rp 1 juta lebih. Sebagian besar koin Rp 500-an. Uang itu dihitung selama beberapa jam, sebelum diketahui jumlahnya lebih dari satu juta.
"Ini mau ditabung ke bank saja, jadi tabungan anak-anak," beber ayah dari dua anak, Meda dan Nebu.
Dwi Sapta mengaku awalnya iseng-iseng saja menaruh uang receh. Tapi lama-lama dia melihat jadi banyak dan akhirnya rutin menaruh uang receh di wadah. Hingga akhirnya memutuskan untuk ditabung ke bank setelah jumlahnya banyak.
"Ya nanti kalau ada kembalian lagi ditaruh lagi saja di wadah," beber dia.
Apa yang dilakukan Dwi Sapta, mungkin juga banyak dilakukan masyarakat yang lain. Menumpuk uang koin di wadah.
Tapi sebaiknya kamu yang punya uang koin banyak, segera menukar atau memakai berbelanja. Bank Indonesia (BI) sering mengimbau agar uang koin tak disimpan di rumah, tapi dipakai untuk bertransaksi.
Recehan dibuang sayang!


