Rekayasa Lalin di Jalan Malioboro saat Libur Lebaran: Sistem Buka Tutup-Tim Urai
·waktu baca 2 menit

Kota Yogyakarta diprediksi tak hanya menjadi tujuan mudik tetapi juga tujuan wisata saat libur Lebaran 2025. Salah satu yang biasa dipadati pengunjung adalah Jalan Maliboro yang merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta.
Lalu apakah ada rekayasa lalu lintas di Jalan Malioboro saat libur Lebaran?
"Ada rekayasa manakala nanti arus di Malioboro padat tentunya ada sistem buka tutup untuk mengalihkan kendaraan untuk sementara waktu tidak melintasi Malioboro," kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma di Polda DIY, Kamis (20/3).
Aditya mengatakan rekayasa lalu lintas hanya dilakukan saat lalu lintas mulai padat.
"Kita melihat situasi kondisi saat itu. Kalau ada kepadatan akan ada rekayasa lalu lintas. Kalau masih lancar monggo dipersilakan sesuai dengan berjalan seperti biasa," katanya.
Tim Urai
Di Malioboro juga akan didirikan pos keamanan di Pos Teteg, kemudian ada pos di Titik Nol, pos di Tugu, dan pos di Bonbin Gembira Loka.
Untuk memantau situasi lalu lintas, Polresta Yogyakarta juga akan memanfaatkan fasilitas Smart Province, seperti misalnya kondisi terkini lalu lintas di kota dapat dipantau melalui kamera.
"Memantau di titik-titik simpul-simpul terkait dengan kepadatan lalu lintas. Tentunya apabila ada kepadatan akan menginformasikan kepada kami sehingga kita turunkan Tim Urai untuk bisa memperlancar kemacetan," katanya.
Aditya mengatakan kemungkinan puncak arus mudik di DIY dan Kota Yogyakarta akan dimulai 28 Maret mendatang.
"Jadi untuk perkiraan tanggal 28 Maret puncak arus mudik (di Yogya) kami Polresta Yogya berkerjasama dengan Ditlantas Polda DIY terkait penempatan personel-personel di pintu-pintu masuk ke kota maupun di tempat keramaian seperti Tugu, Malioboro, dan seputaran Keraton," pungkasnya.
