Rekomendasi Ahli Wabah Terkait Kasus Corona XBB Naik: Booster dan Kombinasi WFH

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia. Foto: Dok. Pribadi

Kasus COVID-19 di Tanah Air melesat sejak awal November ini diduga akibat turunan atau subvarian Omicron, yaitu XBB. Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Dicky Budiman mengungkapkan beberapa cara hidup sehat di tengah kenaikan kasus COVID-19.

Ia menyebut cara pertama mulai dari vaksinasi booster sebagai upaya pengembalian imunitas tubuh dan proteksi klinis yang menurun.

Dicky menyebut booster diperlukan untuk yang belum pernah menerima vaksin dosis tiga juga yang sudah divaksin tetapi lebih dari 6 bulan.

“Saat ini yang harus dilakukan sekali lagi adalah mendapatkan vaksinasi booster ketika belum. Artinya kalau vaksinasi terakhir sudah di atas 5-6 bulan yang lalu segera vaksinasi,” ujar Dicky kepada kumparan, Jumat (4/11).

Tak hanya vaksin Moderna, menurut Dicky, vaksin booster buatan Indonesia, Indovac, juga bisa dijadikan dosis booster yang baik bila dilihat dari hasil data ilmiah yang ada.

Ahli wabah dari Griffith University ini mendorong vaksin karya anak bangsa ini bisa secepatnya disebarluaskan ke masyarakat.

“Pilihannya sebenarnya tidak perlu vaksin Moderna saja, bisa yang rekombinan seperti Indovac. Itu bahkan saya sudah kasih rekomendasi juga saran ke pemerintah supaya kalau Indovac bisa segera karena data ilmiahnya cukup mendukung,” jelas Dicky.

embed from external kumparan

Bukan hanya vaksinasi booster, pencegahan lain agar jangan sampai tertular subvarian baru ini juga penting. Caranya dengan menerapkan perilaku 5 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Perilaku 5 M ini masih relevan dan harus dikondisikan lagi untuk diterapkan,” jelas Dicky.

Work From Home

Cara mencegah lain yang peneliti ini rekomendasikan adalah dengan menerapkan kembali bekerja dari rumah atau work from home (WFH)

Bahkan kombinasi pekerjaan WFH ini juga penting dilakukan, itu saja sebetulnya,” tegas Dicky.

Menurutnya upaya pencegahan agar tak banyak penularan yang terjadi perlu jadi perhatian di tengah munculnya subvarian baru XBB ini.

Pasalnya, kata Dicky, bila XBB menyerang orang yang sudah pernah terinfeksi COVID-19 sebelumnya gejala yang diderita bisa lebih parah bahkan fatal.

Selain pencegahan masyarakat dengan menaati prokes, Dicky berharap pemerintah bisa dengan cepat melakukan deteksi dini dan upaya mitigasi lainnya melalui pembatasan yang konsisten.

Sementara itu, kasus COVID-10 di Indonesia juga terpantau naik sejak hadirnya varian baru ini pada akhir Oktober.

Pada awal Oktober 2022, kasus harian hanya berkisar 1.000-an per hari, memasuki 1 November naik nyaris 5 kali lipat jadi 4.000-an per hari. Per 3 November 2022 kasus harian bahkan sampai 4.951 kasus.