news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Rekonstruksi Kasus Prajurit TNI Mutilasi Warga Papua Digelar, Ada 50 Adegan

3 September 2022 19:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Rekonstruksi kasus mutilasi di Papua yang melibatkan prajurit TNI, Sabtu (3/9/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rekonstruksi kasus mutilasi di Papua yang melibatkan prajurit TNI, Sabtu (3/9/2022). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kopolisian dan TNI menggelar rekonstruksi kasus mutilasi terhadap 4 warga di Mimika, Papua, Sabtu (3/9). Dalam rekonstruksi tersebut turut melibatkan 8 prajurit TNI AD dan 3 warga sipil sebagai pelaku.
ADVERTISEMENT
Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra mengatakan, ada 50 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Proses rekonstruksi berjalan lancar.
"Rekonstruksi tersebut menghadirkan ke sembilan pelaku dengan mempraktekan sebanyak 50 adegan di enam TKP," kata Gede lewat keterangannya.
Gede menuturkan, pihaknya akan melakukan proses penyelidikan lanjutan usai rekonstruksi tersebut. Sebab, dari rekonstruksi yang digelar penyidik teleh menemukan fakta baru.
“Kami dari penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk fakta-fakta baru yang ditemukan, dari rekonstruksi ini juga sudah bisa kita buka dengan jelas mulai dari tahap perencanaan, lokasi maupun tahap pelaksaaan dan pembagian hasil dari tindak kejahatan yang diperbuat,” ujar Kapolres.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Harian Kompolnas RI Benny Josua Mamoto, Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramdani, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander P, tim Komnas HAM provinsi Papua, tim Kejaksaan Negeri Mimika, personel gabungan TNI-Polri.
ADVERTISEMENT
Motif Ekonomi
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal Chandra W Sukotjo menduga ekonomi menjadi motif di balik pembunuhan tersebut.
Hanya saja, Chandra menyebut motif tersebut masih dugaan sementara tim penyidik. Karena hingga saat ini, kata dia, tim penyidik dari Danpuspomad dan Pomdam XVII/Cenderawasih masih mendalami keterangan dari enam pelaku.
”Sementara ini motifnya ekonomi,” ujar Chandra saat dihubungi, Rabu (31/8).
Meski begitu, Chandra memastikan pihaknya akan bertindak cepat untuk menuntaskan kasus tersebut. Hal itu sejalan dengan perintah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman untuk mengusut tuntas kasus ini
”Kami berusaha sesegera mungkin kasus ini dituntaskan,” ucap Chandra.