Rekonstruksi Kecelakaan Iko Unnes: Beda Versi Polisi dan Saksi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saksi Achmad Ilham Febriansyah (kanan) dan pemeran pengganti mahasiswa Unnes Iko Juliant Junior dalam adegan rekonstruksi di Jalan Veteran, Kota Semarang, Rabu (1/10/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Saksi Achmad Ilham Febriansyah (kanan) dan pemeran pengganti mahasiswa Unnes Iko Juliant Junior dalam adegan rekonstruksi di Jalan Veteran, Kota Semarang, Rabu (1/10/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Kepolisian menggelar rekonstruksi kecelakaan yang menyebabkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), Iko Juliant Junior, meninggal dunia. Iko diketahui tewas di tengah ramainya aksi demo.

Dalam rekonstruksi itu, ada sejumlah adegan yang diperagakan. Mulai dari adegan saat dua pengendara motor bernama Aziz dan Fiki mengejar sebuah mobil yang diduga melakukan tabrak lari.

Namun, saat mereka tiba di Jalan Veteran atau samping Polda, dari arah barat menuju timur, mereka dihentikan oleh anggota Brimob yang sedang berjaga di sekitar lokasi.

Setelah itu, masih dalam rekonstruksi, motor mereka ditabrak oleh Iko dan Ilham dari arah belakang. Mereka lalu terjatuh dan dilarikan ke RSUP dr Kariadi oleh anggota Brimob Polda Jateng.

Namun, rekan Iko, Ilham, yang hadir dalam rekonstruksi itu membantah tabrakan dengan pengendara lain. Kepada polisi, Ilham mengatakan ia dan Iko justru datang dari arah timur ke barat atau dari Jalan Pahlawan ke Jalan Veteran. Ilham mengatakan ia dan Iko baru pulang nongkrong.

Setibanya di Jalan Veteran, ia dilempar dengan benda keras oleh orang tak dikenal. Motor yang ditumpanginya bersama Iko lalu terjatuh. Ia sempat pingsan dan sudah berada di rumah sakit ketika sadar.

“Yang terjadi yang saya ingat saya ada lemparan kena muka,” kata Ilham.

Pengacara Minta CCTV Diungkap

Saksi Achmad Ilham Febriansyah (tengah) menundukkan kepala untuk menghindari lemparan benda keras saat memperagakan sebagai pemeran pengganti mahasiswa Unnes Iko Juliant Junior saat rekonstruksi di Jalan Veteran, Semarang, Rabu (1/10/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Sementara itu, Kuasa Hukum Iko, Naufal Sebastian, meminta agar kepolisian mau membuka rekaman kamera pengawas atau CCTV agar semuanya jelas. Apalagi, terdapat dua kronologi yang berbeda.

“Bisa sama-sama lihat bahwa ada satu CCTV ya di belakang saya, sebelah kanan saya ada CCTV. Jadi di Polda, pagar (CCTV) itu tidak mungkin blind spot. Dibuka saja rekaman CCTV-nya,” tegas Naufal.

Kepada dirinya, Ilham juga berkali-kali mengatakan ia dan Iko tidak menabrak siapa pun saat itu. Keduanya terjatuh karena dilempar benda keras.

“Saya pastikan berulang kali, saksi Ilham. Apakah kamu nabrak? Tidak. Apakah kamu ditabrak? Tidak. Menurut saksi Ilham, itu dia jatuh karena dilempar. Bukan karena nabrak atau karena ditabrak,” ucapnya menirukan ucapan Ilham.

Selain itu, Iko dan Ilham tidak mengenal Aziz dan Fiki, dua orang pengendara motor yang disebut polisi bertabrakan dengannya.

“Kalau keterangan polisi laka lantas terjadi pukul 03.05. Tapi kami sudah lihat CCTV di (RS) Kariadi, kedatangan Ilham dan Iko itu pukul 03.10. Jadi hanya ada jeda 5 menit. Hasil investigasi kami ya, ada dugaan bahwa jatuhnya Iko dan Ilham itu sebelum jam 03.00. Bukan jam 03.05,” imbuh dia.

Selain itu, ada perbedaan arah melajunya motor yang ditumpangi Aziz-Fiki dan Iko-Ilham. Menurut Aziz, motornya dengan motor Iko-Ilham melaju searah, namun Ilham justru menyebut keduanya melaju berlawanan arah.

“Jadi, yang pertama ada perbedaan versi kronologi antara saksi Aziz-Fiki dengan saksi Ilham. Kalau menurut saksi Aziz itu arahnya satu arah, si Aziz dan Fiki ditabrak dari belakang. Tapi kalau menurut Ilham, justru arahnya dari Jalan Pahlawan menuju ke Veteran,” kata Naufal.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan Iko yang berboncengan dengan Ilham mengalami kecelakaan di Jalan Veteran pada Minggu 31 Agustus 2025 pukul 03.05 WIB. Saat itu, Iko yang melaju dari arah barat menuju timur menabrak motor lain dari belakang.

“Akibat tabrakan kecepatan tinggi dari arah belakang mengakibatkan keempat pengendara itu terpelanting ke depan jatuh ke bawah dan berakibat luka berat dan ringan,” ujar Artanto kepada wartawan, Selasa (2/9).

Peristiwa itu ternyata disaksikan oleh anggota Brimob yang sedang melakukan pengamanan di Jalan Veteran. Artanto menyebut, Iko dan tiga orang yang terlibat kecelakaan itu dibawa ke RSUP dr Kariadi oleh Brimob.

“Itu yang bawa Brimob. Dia ada di lokasi kan sedang pengamanan semua. Waktu itu dibawa ke RS pakai mobil dinas Brimob. Kita nggak mikir apa pun, segera kirim ke RS Kariadi dari jam 03.05 sampai di sana 03.10 WIB, keempatnya dibawa semua,” kata Artanto.