Rekonstruksi Ungkap Momen Menegangkan saat Penembakan WN Australia di Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga negara Australia yang menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana Coskun Mevlut (tengah) menjalani proses rekonstruksi di kawasan Desa Munggu, Badung, Bali, Rabu (30/7/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga negara Australia yang menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana Coskun Mevlut (tengah) menjalani proses rekonstruksi di kawasan Desa Munggu, Badung, Bali, Rabu (30/7/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP

Rekonstruksi kasus penembakan WN Australia Zivan Radmanovic (32) dan Sanar Ghanim (34) oleh sesama WN Australia di Bali memperagakan 11 adegan. Lokasi reka ulang dilakukan di 5 lokasi pada Rabu (30/7).

Tiga pelaku penembakan, yaitu Darcy Francesco Jensen (27), Coskunmevlut (22), dan Tupou Pasa I Midolmore (37) diboyong dengan dua mobil rantis menuju lokasi. Tangan dan kaki mereka diikat.

"Rekonstruksi ini adalah kelengkapan salah satu penyidikan yang akan kita cantumkan dalam berkas perkara (yang akan dilimpahkan ke kejaksaan atau pengadilan)," kata Kapolres Badung M. Arif Batubara di lokasi.

Rincian rekonstruksi kasus penembakan ini bermula saat Darcy memesan dua kamar di sebuah vila di kawasan Tumbak Bayuh atau berjarak 3,5 kilometer dari vila korban pada Sabtu (5/5). Kamar ini untuk ditempati Topou dan Coskunmevlut selama tiga bulan dan juga memarkirkan dua unit motor Yamaha Lexi.

Pada Kamis (12/6) pukul 13.26 WITA, Darcy membeli palu di Toko Sinar Harapan dan memasukkannya ke dalam tas ransel warna coklat. Ia lalu membawanya dengan sepeda motor menuju Jalan Raya Tumbak Bayuh dan palu tersebut dipindahkan ke dalam bagasi mobil Fortuner.

Sementara, Tupou memesan dua buah jaket ojek online atau ojol melalui saksi inisial KPP di vila kawasan Tumbak Bayuh. Saksi KPP melihat Tupou dan Coskun keluar mengenakan jaket itu. Pada sore harinya, Darcy bertemu Tupou dan menyerahkan uang Rp 10 juta serta palu.

Warga negara Australia yang menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana Coskun Mevlut (tengah) menjalani proses rekonstruksi di kawasan Desa Munggu, Badung, Bali, Rabu (30/7/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP

Selanjutnya, Jumat (13/6) pukul 00.05 WITA di vila tempat korban menginap, ada saksi mata yang melihat dua pria berhenti di ujung Gang Maja, salah satunya memakai jaket ojol dan hoodie.

Sekitar pukul 00.10 WITA, Tupou dan Coskunmevlut memarkir motor Yamaha Lexi. Topou mendobrak pintu vila menggunakan palu. Keduanya lalu masuk ke dalam vila.

Tupou yang mengenakan jaket Grab warna hijau dan celana oranye masuk ke kamar korban Zivan. Tupou menembak ke arah kamar mandi, aksi itu disaksikan istri Zivan, Jazmyn.

Sedangkan Coskunmevlut masuk ke kamar Sanar. Dia menembak ke arah kamar mandi Sanar yang disaksikan istri Sanar, Daniella.

Setelah melakukan aksinya, mereka pergi meninggalkan vila sekitar pukul 00.20 WITA menggunakan motor Lexi.

Warga negara Australia yang menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana Coskun Mevlut (tengah) menjalani proses rekonstruksi di kawasan Desa Munggu, Badung, Bali, Rabu (30/7/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Sementara itu, Darcy menunggu Topou dan Coskunmevlut di Jalan Buwit, Tabanan, pukul 00.10 WITA. Topou dan Coskunmevlut menyembunyikan motor Lexi di semak-semak dan kabur menaiki kendaraan Fortuner ditumpangi Darcy.

Pada pukul 01.05 WITA, mereka tiba di Jalan Anyelir, Tabanan. Setelah memarkir Fortuner, mereka memindahkan sejumlah barang bawaan ke Suzuki XL7 selama 30 menit. Mereka lalu membuang pistol ke parit. Mereka lalu kabur ke Surabaya melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Mereka bermaksud kabur ke luar negeri, tapi langkah mereka terhenti setelah diciduk.

Belum diketahui motif penembakan yang menewaskan 1 orang dan melukai 1 orang lainnya ini. Namun, media-media Australia melaporkan bahwa ada sosok dalam kasus ini diduga terkait dengan geng kriminal di Negeri Kangguru.