Rekrut Ribuan Napi, Rusia Gandakan Pasukannya di Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara cadangan Rusia yang baru ikut serta dalam pelatihan di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tentara cadangan Rusia yang baru ikut serta dalam pelatihan di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Walau menanggung kerugian mendalam selama perang sepuluh bulan yang brutal, Rusia telah menggandakan pasukannya hingga lebih dari dua kali lipat saat awal invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

Pasukan tersebut meliputi ribuan narapidana yang dibebaskan dari penjara serta personel wajib militer dari mobilisasi parsial yang memicu kontroversi pada September-Oktober.

Sebagian dari mereka bergabung dalam kelompok tentara bayaran Rusia yang dikenal sebagai Wagner Group. Organisasi paramiliter ini independen dari lembaga pertahanan Rusia.

Berbagai tuduhan pelanggaran HAM telah menyasar Wagner Group selama beroperasi di Suriah, Libya, Afrika Tengah, dan Mali. Kini, mereka bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina.

Berdasarkan data dari pemerintah Amerika Serikat (AS), Wagner Group telah merekrut 40.000 tahanan di seluruh negeri dalam beberapa bulan terakhir untuk berperang di Ukraina.

Dengan menghitung 300.000 personel wamil baru dan 20.000 sukarelawan, pasukan Rusia sekarang melampaui 150.000 tentara yang awalnya dialokasikan untuk 'operasi militer khusus' di Ukraina.

Perang telah merenggut nyawa lebih dari 25.000 personel Rusia. Kendati demikian, pasukan ini terus maju sampai memenuhi tujuan militer Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sejumlah ahli militer lalu mempertanyakan kesiapan dan moral rekrutan baru.

Penjara Mordovia di Rusia. Foto: Maxim Marmur/AFP

Jumlah pasukan Rusia ini dikemukakan juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, pada 22 Desember. Angkanya sebanding dengan laporan kelompok HAM, termasuk Russia Behind Bars.

Pihaknya mengatakan, perekrutan tidak resmi narapidana berlangsung secara terpisah dari mobilisasi parsial yang diumumkan Putin. Menurut Kirby, Wagner Group tampaknya sedang berebut kekuasaan dengan struktur militer lainnya di Rusia.

"Dalam kasus tertentu, pejabat militer Rusia sebenarnya berada di bawah komando Wagner," ujar Kirby, dikutip dari The Washington Post, Selasa (27/12).

"Sangat jelas bagi kami bahwa Wagner muncul sebagai pusat kekuatan saingan militer Rusia dan kementerian Rusia lainnya," tambah dia.

Koki Putin

Grup Wagner dikendalikan pengusaha yang disebut ‘koki Putin’ karena pernah mendapatkan untung dari kontrak katering pemerintah Rusia, Yevgeny Viktorovich Prigozhin.

Untuk membantu merekrut napi, Prigozhin terlihat mendatangi sejumlah penjara secara pribadi pada September.

Perusahaan kateringnya, Concord Catering, saat itu mengomentari rekaman kunjungan tersebut dengan mengatakan bahwa orang yang terekam 'memiliki kemiripan dengan Yevgeny Viktorovich'.

Petugas penegak hukum Rusia menahan demonstran selama aksi protes terhadap mobilisasi militer oleh Presiden Vladimir Putin, di Moskow, Rusia, Sabtu (24/9/2022). Foto: Reuters

Perekrutan dari penjara merupakan tanggapan terhadap kebutuhan mendesak akan bala bantuan. Pasalnya, Putin masih menolak melakukan mobilisasi untuk melindungi penduduknya dari keterlibatan langsung dalam perang di Ukraina.

Sepanjang perang tersebut, Wagner Group menjadi terkenal setelah mendapati keberhasilan awal di wilayah Luhansk. Keberhasilan ini kontras dengan kemunduran yang diderita pasukan regular Rusia.

Untuk pertama kalinya, media pemerintah pun memuji mereka secara terbuka. Wagner Group telah lama beroperasi dalam bayang-bayang. Sebelumnya, Moskow kerap menyangkal memiliki hubungan dengan kelompok tentara bayaran tersebut.

Selama beberapa pekan terakhir, Wagner Group berusaha merebut Kota Bakhmut di Ukraina. Dorongan ini memicu beberapa pertempuran paling berdarah dalam perang.

Tetapi, mereka belum menemui kemenangan hingga kini.

"Tampaknya Prigozhin rela membuang mayat Rusia ke penggilingan daging di Bakhmut," kata Kirby.

Sekitar 1.000 pejuang Wagner tewas dalam pertempuran hanya dalam beberapa pekan terakhir dan kami percaya bahwa 90 persen dari 1.000 pejuang itu sebenarnya adalah napi," ungkap Kirby.

Perekrut dari Wagner Group menawarkan pengampunan dan kebebasan kepada para tahanan Rusia. Sebagai imbalan, mereka harus bertahan dalam enam bulan pertempuran di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (ketiga dari kanan) bertemu dengan tentara saat kunjungan di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat di kota Ryazan, Rusia, Kamis (20/10/2022). Foto: Mikhail Klimentyev / Sputnik / AFP

Dapat Gaji Bulanan dan Risiko Ditembak

Para tahanan juga menerima gaji bulanan yang dikirim ke kerabat senilai USD 1.400 (Rp 21,9 juta). Tetapi, mereka yang mencoba melarikan diri dari garis depan berisiko ditembak.

Direktur Russia Behind Bars, Olga Romanova, menjelaskan bahwa kerabat tahanan mendapatkan bayaran meski tidak secara teratur.

Namun, tidak ada dasar hukum atau jaminan bahwa mereka akan menerima apa yang dijanjikan perekrut, termasuk pembebasan.

"Keputusan pengadilan dalam hal perekrutan ini tidak dibatalkan, mereka masih terdaftar di lembaga pemasyarakatan," terang Romanova.

"Pengampunan diberikan melalui keputusan presiden, dan ini adalah proses yang sangat rumit, yang belum diubah sama sekali. Jadi tidak ada pengampunan atau amnesti yang dapat disahkan oleh parlemen," sambungnya.

Romanova turut menyinggung posisi rentan para napi dan kurangnya perlindungan hukum bagi mereka. Alhasil, Wagner Group dapat terlibat dalam eksekusi di luar hukum terhadap mantan napi yang melanggar aturan kelompok tentara bayaran ini.

"Mereka berjanji akan menembak, dan mereka melakukannya, karena menggunakan narkoba dan alkohol atau, katakanlah, hubungan seksual," tutur Romanova.

"Menurut saya, ini adalah eksekusi massal di luar hukum," imbuhnya.

Tentara cadangan Rusia yang baru ikut serta dalam pelatihan di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Napi Membelot ke Ukraina

Sebuah akun Telegram yang terhubung dengan Wagner Group mengunggah rekaman eksekusi seorang napi pada November. Napi tersebut adalah pria berusia 55 tahun yang menjalani hukuman penjara 24 tahun atas pembunuhan pada 1999, Yevgeny Nuzhin.

Nuzhin menandatangani kesepakatan untuk bergabung dengan Wagner Group pada Juli. Namun, dia akhirnya membelot ke Ukraina.

Dalam sebuah rekaman, Nuzhin terlihat berbaring dengan kepala yang ditempel ke batu bata menggunakan lakban sementara seorang pria berseragam memukulnya dengan palu godam.

Prigozhin tidak secara langsung bertanggung jawab atas kematian Nuzhin maupun mengakui peran Wagner Group. Namun, dia telah menggambarkan pria itu sebagai pengkhianat.

"Dia tidak menemukan kebahagiaan di Ukraina, namun bertemu dengan orang-orang yang tidak baik, tetapi adil," ungkap Prigozhin.

Menurut Romanova, napi yang direkrut dilempar ke garis depan dan digunakan untuk membersihkan ranjau. Padahal, mereka sering kali memiliki kondisi kesehatan buruk atau tidak mendapatkan pelatihan cukup, sehingga menyebabkan kerugian mendalam.

"Dari rekrutan pertama yang ambil bagian dalam pertempuran pertama pada Juli, kami hanya mengetahui satu orang yang selamat. Satu dari satu unit yang terdiri dari sekitar seratus orang," tutur Romanova.