Rektor IPB Sebut Pasien COVID-19 Harus Diumumkan agar Didoakan Sembuh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rektor IPB University Prof . Dr. Arif Satria mengikuti webinar 'Tantangan Indonesia untuk Mengakhiri Praktik Illegal Fishing'. Foto: screenshot/zoom
zoom-in-whitePerbesar
Rektor IPB University Prof . Dr. Arif Satria mengikuti webinar 'Tantangan Indonesia untuk Mengakhiri Praktik Illegal Fishing'. Foto: screenshot/zoom

Rektor IPB, Prof. Dr Arif Satria, mengisahkan pengalamannya sembuh dari COVID-19. Menurut Arif, hal yang paling utama ketika sudah mengetahui positif corona, harus mengumumkannya ke publik.

"Harus diumumkan menurut saya karena ini sangat penting untuk mendapatkan semangat. Justru saya dapatkan semangat dari teman-teman semua, banyak yang alumni COVID-19 ini penyintas ini saling telepon, bagi pengalamannya," kata Arif, dalam diskusi virtual, Sabtu (26/9). "Menurut saya berbagi ini pengalaman yang sangat berharga, luar biasa. kemudian pada saat yang sama orang menaruh optimisme," lanjut Arif. Arif mengatakan dengan diumumkan ke publik, pasien akan merasa tidak sendiri dalam menghadapi penyakit COVID-19. "Iya itu poinnya, menurut saya declare ini jadi penting, declare, bahwa saya kena penyakit, mohon doanya dan saya doakan yang lain agar tak kena,' ujar Arif.

Arif sebelumnya dinyatakan positif corona pada 19 September usai melakukan swab sehari sebelumnya. Ia kemudian menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun ia memutuskan menjalani isolasi di RS EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 21 September.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan