News
7 Juli 2021 18:25
waktu baca 3 menit

Rektorat Panggil BEM Unnes, Minta Take Down Postingan Kritik ke Ma'ruf dan Puan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rektorat Panggil BEM Unnes, Minta Take Down Postingan Kritik ke Ma'ruf dan Puan (23906)
searchPerbesar
Kolase Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Dok. Setwapres dan DPR RI
Akun Instagram milik BEM Unnes menghilang pada Rabu (7/7). Akun BEM Unnes hilang setelah sehari sebelumnya mereka mengkritik Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ketua DPR RI Puan Maharani.
ADVERTISEMENT
Dalam postingan di akun Instagram @bemkmunnes pada Selasa (6/7) malam, mereka menyebut Ma'ruf Amin sebagai 'King of Silent. Sedangkan Puan disebut 'The Queen of Ghosting'.
Presiden Mahasiswa BEM KM Unnes 2021, Wahyu Suryono Pratama membenarkan hilangnya akun Instagram milik BEM Unnes. Wahyu mengaku pihaknya mendapat tekanan akibat postingan itu.
"Secara kronologis, pukul 10.01 WIB Dr. Wirawan Sambodo selaku WD3 FT sekaligus Koordinator Kemahasiswaan Unnes mengirimkan pesan tendensius WA kepada Wahyu Suryono Pratama selaku Presiden BEM KM Unnes berkaitan dengan unggahan BEM KM Unnes," kata Wahyu dalam keterangannya.
"Dr. Wirawan menganggap BEMKM Unnes ditunggangi kepentingan politik oposisi dan mengancam jangan sampai berhadapan dengan massa PDIP," tambah dia.
Rektorat Panggil BEM Unnes, Minta Take Down Postingan Kritik ke Ma'ruf dan Puan (23907)
searchPerbesar
Akun BEM Unnes hilang. Foto: Dok. Istimewa
Wahyu menuturkan, Wirawan sempat meminta kepada dirinya agar jangan sampai BEM Unnes menjadi kendaraan partai politik atau opisisi.
ADVERTISEMENT
Berikut permintaan Wirawan seperti dikutip oleh Wahyu:
"Kalau bisa BEM KM tidak dijadikan kendaraan Parpol atau oposisi....pikirkan masa depan mhs Unnes utk hidup di.Masyarakat"
Tambah lagi
"Mohon siang ini ketemu saya....jangan sampai berhadapan masa PDI....mohon ditarik dulu"
Tidak lama setelah itu, Wahyu mengatakan sekitar pukul 10.29 WIB, pembina BEM KM Unnes 2021, yakni Dr. Rusyanto S.T juga memberikan penekanan yang sama.
Berikut keterangan dari Rusyanto:
"Mas Wahyu, sebaiknya dalam berekspresi tidak usah ikut2 kampus lain njih, hati2 mas Wahyu, jejak digital tidak akan hilang, mohon dipikirkan njih dgn tim, tks馃檹"
Rektorat Panggil BEM Unnes, Minta Take Down Postingan Kritik ke Ma'ruf dan Puan (23908)
searchPerbesar
Rektor Unnes Fathur Rokhman. Foto: ristekdikti.go.id
Lalu sekitar pukul 10.39 WIB, Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Wahyu. Fathur meminta Wahyu Suryono Pratama selaku Presiden BEM KM UNNES untuk menurunkan postingan tersebut karena dianggap bernuansa penghinaan dan pelecehan agama.
ADVERTISEMENT
Berikut keterangan dari Rektor Unnes:
"Mas mohon dipertimbangkan matang-matang dg nuranimu. Unggahan ini bermuansa penghinaan dan pelecehan agama. Sebagai Rektor saya minta Ketua BEM UNNES untuk menurunkannya. Mohon unggahan yang edukatif."
Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, akun instagram official BEM KM UNNES dinonaktifkan dan seluruh unggahan di akun instagram tersebut menghilang. Selain itu, akun instagram official BEM KM UNNES juga diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Akun instagram tersebut dinonaktifkan dan seluruh postingan di Instagram tersebut terhapus," tutur Wahyu.
Rektorat Panggil BEM Unnes, Minta Take Down Postingan Kritik ke Ma'ruf dan Puan (23909)
searchPerbesar
Tampilan akun Instagram BEM Unnes. Foto: Dok. Istimewa
Menyikapi kejadian ini, Wahyu menekankan BEM KM Unnes menganggap respons pimpinan menanggapi unggahan kritikan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ketua DPR Puan Maharani adalah reaksi yang berlebihan dan di luar akal sehat.
ADVERTISEMENT
Sebab kritikan yang diunggah BEM KM Unnes sudah berbasis dengan data dan dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.
"BEM KM UNNES menegaskan bahwa apa yang BEM lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik yang dilindungi oleh konstitusi dan Undang-Undang. Bahkan, kritikan itu bersifat sangat wajar dalam tradisi negara demokrasi," tegas Wahyu.
Lebih lanjut, BEM Unnes meminta kepada seluruh masyarakat sipil untuk tetap merawat solidaritas dan akal sehat.
"Negara ini sedang tidak baik-baik saja, negara ini harus dirawat dengan perlawanan," tutup Wahyu.
Terkait kejadian ini, Rektorat Unnes dan Rektor Unnes Fathur Rokhman belum memberikan penjelasan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020