Rela Antre Demi Pemandangan Jakarta: Cerita Warga Awali 2026 dari Monas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana warga yang antre ingin naik ke atas Monas pada libur tahun baru, Kamis (1/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana warga yang antre ingin naik ke atas Monas pada libur tahun baru, Kamis (1/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Libur Tahun Baru 2026 dimanfaatkan banyak warga untuk keluar rumah dan menikmati ruang publik. Monumen Nasional (Monas) kembali menjadi magnet. Ikon Jakarta itu dipadati pengunjung sejak pagi hari, menjadi ruang temu bagi keluarga yang ingin mengawali tahun dengan kebersamaan sederhana.

Pantauan di lokasi pada Kamis (1/1), kawasan Monas dipenuhi warga dari berbagai daerah. Mereka datang bersama keluarga, berfoto di sekitar tugu, hingga menggelar bekal di bawah rindangnya pepohonan. Anak-anak berlarian, orang tua duduk bersantai, sementara suasana libur terasa pelan tapi ramai.

Di sisi lain kawasan, antrean panjang tampak mengular menuju pelataran Monas. Wisata yang memungkinkan pengunjung melihat Jakarta dari ketinggian ini tetap menjadi favorit, meski membutuhkan waktu tunggu yang tidak sebentar.

Warga yang antre ingin naik ke atas Monas pada libur tahun baru, Kamis (1/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Rohmah, warga Tangerang, menjadi salah satu pengunjung yang rela datang sejak pagi. Ia sudah berada di kawasan Monas sebelum loket tiket dibuka.

“Tadi nyampe sini belum banyak orang. Cuma nunggu bukanya jam 10. Saya dari jam 9 kita sudah di sini,” ujarnya.

Bagi Rohmah, Monas bukan tempat yang asing. Namun, libur Tahun Baru kali ini ia manfaatkan untuk mengajak keluarganya menikmati wisata di pusat Jakarta, terutama untuk mengenalkan Monas kepada anak-anaknya.

“Iya, pengin jalan-jalan. Lagi pengin ke sini anaknya. Ke Ragunan sudah bosan (anak-anak), biar tahu Monas,” katanya.

Suasana warga yang mengunjungi Kawasan Monas pada libur tahun baru pada Kamis (1/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Sementara Adi, pengunjung lainnya, menyoroti antrean yang menurutnya terjadi karena banyak pengunjung ikut mengantre meski pembelian tiket sebenarnya dapat diwakilkan oleh satu orang per keluarga.

“Iya satu aja perwakilan. Intinya tadi yang ngantre kan satu orang aja, mau bawa 50 orang (rombongan) ya yang 49 nunggu dulu. Kalau kebanyakan pada ikut ngantre semua jadi uyek-uyekan (berdesakan) begitu,” ungkapnya.

Di hari pertama tahun yang baru, Monas kembali menjadi saksi bagaimana warga Jakarta dan sekitarnya menghabiskan waktu bersama. Cukup berjalan, menunggu, dan menikmati momen yang mungkin terasa sederhana, tapi bermakna.

Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan dari puncak Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (7/6). Foto: Nugroho Sejati/kumparan