Relawan Selandia Baru Selamatkan Lumba-lumba Terdampar Pakai Ember dan Handuk

12 Agustus 2022 13:40
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Lumba-lumba Foto: NOAA NMFS/ Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lumba-lumba Foto: NOAA NMFS/ Wikimedia Commons
ADVERTISEMENT
Sekelompok relawan menyelamatkan tujuh dari sembilan lumba-lumba yang terdampar hanya menggunakan ember dan handuk di Selandia Baru pada Jumat (12/8).
ADVERTISEMENT
Setidaknya ada satu anak lumba-lumba pula di antara hewan yang terdampar di Teluk Whakanewha di Pulau Waiheke. Rumah bagi sekitar 10.000 orang itu terletak 17 kilometer dari Auckland.
Disadur dari Reuters, para relawan membungkus lumba-lumba dengan handuk untuk menjaga hidrasi. Mereka menunggu air pasang di pantai terpencil itu hingga membawa hewan-hewan tersebut kembali ke laut. Namun, dua dari hewan itu telah mati sebelumnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Para relawan tersebut adalah petugas medis sebuah organisasi nirlaba yang mengkhususkan diri dalam penyelamatan paus dan lumba-lumba yang terdampar, Project Jonah.
Sejumlah turis berenang bersama lumba-lumba di Selandia Baru. Foto: ©Tim Clayton/Corbis via Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah turis berenang bersama lumba-lumba di Selandia Baru. Foto: ©Tim Clayton/Corbis via Getty Images
Departemen Konservasi (DOC) New Zealand, masyarakat setempat, dan kelompok suku regional turut terlibat dalam penyelamatan.
"Air pasang telah datang dan 7 lumba-lumba yang terdampar tadi pagi telah berhasil diapungkan kembali," tulis Project Jonah, dikutip dari laman resmi di Facebook, Jumat (12/8).
ADVERTISEMENT
Selandia Baru mendapati tingkat lumba-lumba dan paus terdampar tertinggi di dunia. Ratusan mamalia ditemukan terdampar di pantai-pantai negara itu setiap tahunnya. Tetapi, alasan pendamparan tersebut masih menjadi teka-teki.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020