Remaja di Sawangan Terjun ke Jurang 5 Meter saat Kejar Bola, Damkar Evakuasi

Remaja laki-laki berusia 14 tahun berinisial MT dievakuasi tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok setelah terjun ke jurang sedalam sekitar lima meter di wilayah Bedahan, Sawangan, Minggu (5/7/2026) sore. Korban sempat pingsan dan mengalami luka pada kaki kirinya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar empat jam 25 menit. Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Sawangan menggunakan ambulans 119.
Komandan Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Depok, Tesy Haryati, menjelaskan peristiwa bermula saat korban bermain bola bersama teman-temannya. Bola yang dimainkan terjatuh ke dasar jurang. Korban kemudian berusaha mengambil bola tersebut dengan melompat ke jurang.
"Korban sedang main bola, bola jatuh ke jurang. Korban lompat ke jurang tersebut namun tidak bisa menguasai medan," ujar Tesy, Senin (6/7/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.55 WIB di Jalan H. Saenan, RT 02/RW 09, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan. Menurut Tesy, laporan dari warga diterima tidak lama setelah kejadian.
Saat tim tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dasar jurang.
"Saat bangun pasien merasa kaki kiri tidak terasa sama sekali. Kami sudah mencoba melakukan tes refleks di telapak kaki, dan kaki kiri tampak tidak ada respons. Akral [jari dan telapak tangan/kaki] dingin, bibir pucat pasi, napas tidak teratur," tutur Tesy.
Tim yang dipimpin Danru Dikky Alfiandi tiba di lokasi dengan waktu tempuh sekitar delapan menit dari markas. Sebanyak enam petugas damkar diterjunkan untuk mengevakuasi korban dari dasar jurang dengan bantuan warga sekitar.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena medan yang curam dan dikhawatirkan korban mengalami luka dalam.
"Beda ketinggian 5 meter perlu sistem alat penyelamatan dibuat khusus menyesuaikan medan. Jalanan juga macet, penanganan kerja sama dengan 119, harus hati-hati karena khawatir ada luka dalam," kata Tesy.
Tesy menambahkan, di lokasi kejadian tidak terdapat pagar pembatas di area sekitar jurang yang kerap menjadi tempat anak-anak bermain. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama anak-anak.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar jurang maupun tebing.
