Remaja di Sumut Korban Penculikan Sindikat Narkoba: Dianiaya, Diancam, Trauma

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penculikan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penculikan. Foto: Shutter Stock

Polisi mengungkap kondisi remaja bernama Ade Oktari Syahfitri (18) yang diculik hingga ditodong pistol oleh sindikat narkoba di Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rivanda menuturkan, kondisi korban kini masih trauma. Namun, sudah berangsur membaik.

“Trauma, (tapi) sudah sama keluarga, makin baik makin hari,” kata Rivanda pada Jumat (22/11).

Rivanda menuturkan, selama 4 hari diculik, korban juga dianiaya. Bahkan, diancam akan dibunuh.

“Ini masih terus kita dalami ya. Tapi kalau kita lihat di video, ada ancaman-ancaman itu (ancaman pembunuhan) ada,” kata dia.

“Terus pengakuan korban juga ada beberapa kali dianiaya rambut ditarik,” jelasnya.

Imbas Konflik Kakak Korban

kumparan post embed

Rivanda menuturkan, dari hasil penyelidikan sementara, korban diculik diduga lantaran kakak korban terlibat konflik dengan para sindikat narkoba. Namun, hal tersebut masih didalami.

Sementara, dari pengakuan para pelaku kepada polisi, abang korban terlibat utang Rp 400 juta kepada pelaku terkait transaksi sabu.

“Itu keterangan pelaku ya katanya abangnya punya utang dengan para pelaku ya terkait bisnis sindikat narkoba,” jelasnya.

Saat ini, polisi sudah berhasil menangkap 3 pelaku yakni RIS (28), PTS (34), dan STH (25). Sementara itu, ada 3 pelaku utama lainnya yang masih diburu.