Rentetan Aksi Pendukung Ahok Sejak 9 Mei

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menetapkan vonis dua tahun untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena dinilai terbukti telah menista agama. Para pendukung Ahok terkejut dan tidak terima dengan vonis hakim. Secara spontan, mereka langsung menggelar aksi dukungan.
Setelah sidang vonis selesai, Rabu (11/5), Ahok langsung dibawa ke Rutan Cipinang karena hakim memintanya untuk langsung ditahan. Massa spontan menyusul ke Rutan Cipinang di Jakarta Timur. Ada yang meninggalkan lokasi sidang di Kementerian Pertanian dengan berjalan kaki, ada yang menumpang angkutan umum, dan ada juga yang mengendarai kendaraan pribadi.
Berikut rangkuman aksi yang dilakukan massa pendukung Ahok hingga Jumat (12/5):
SELASA, 9 MEI
Rutan Cipinang
Massa berkumpul sejak sekitar sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka terus berorasi dan memaksa bertemu Ahok sambil menyanyikan berbagai lagu nasional. Lagu yang dinyanyikan antara lain Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Maju Tak Gentar.

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dengan petugas. Massa mendorong pintu Rutan Cipinang agar diberi kesempatan berbincang dengan Ahok.
Polisi akhirnya melunak dan mempersilakan beberapa orang masuk ke dalam Rutan Cipinang. Namun mereka tidak dapat bertemu Ahok karena dia sedang berdoa bersama keluarganya.
Menjelang malam, massa menyalakan lilin sebagai aksi solidaritas untuk Ahok. Plt Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, mengimbau agar massa pulang. Akhirnya sekitar pukul 22.10 WIB, massa mulai membubarkan diri.
Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Ahok dipindah tahanannya ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
RABU, 10 MEI

Balai Kota DKI
Sejak pukul 06.00 WIB, massa pendukung Ahok sudah berkumpul di Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, Bagimu Negeri dan Rayuan Pulau Kelapa yang dipimpin oleh musisi senior Addie MS.
Djarot dan sejumlah aktivis ikut bergabung dalam aksi ini. Djarot yang tak dapat menyembunyikan raut muka sedihnya, sempat meneteskan air mata.
Mako Brimob
Sementara itu di depan Mako Brimob, massa juga mulai berdatangan sejak pagi. Mereka membawa beberapa tangkai bunga untuk Ahok. Karangan bunga berisi ragam ucapan dukungan juga mulai dikirimkan, namun ditolak oleh pihak keamanan Mako Brimob. Alasannya, kawasan tersebut merupakan area steril dan dikhawatirkan karangan bunga itu mengganggu lalu lintas.
Massa bertahan hingga malam dan menggelar aksi lilin. Sekitar 10 orang pendukung Ahok menolak meninggalkan lokasi meski sudah diimbau pihak kepolisian untuk bubar. Mereka kemudian dibiarkan menginap di halaman Mako Brimob dengan beralaskan spanduk.

Tugu Proklamasi
Sejak sekitar pukul 17.30 WIB, massa sudah mulai berdatangan. Mereka menggelar aksi lilin dan menyanyikan berbagai lagu nasional untuk Ahok. Mereka berharap Ahok dibebaskan.
Aksi berlangsung tertib. Massa membubarkan diri setelah diminta polisi.

Pengadilan Tinggi DKI
Sejak sekitar pukul 10.00 WIB, para pendukung Ahok berorasi di depan Pengadilan Tinggi DKI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Mereka menuntut agar Pengadilan Tinggi DKI menangguhkan penahanan Ahok. Aksi berlangsung hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dan sempat bersitegang dengan polisi karena menolak dibubarkan.
KAMIS, 11 MEI

Balai Kota DKI
Meski hari libur Waisak, massa pendukung Ahok tetap memadati Balai Kota DKI. Mereka berorasi, menyanyikan berbagai lagu nasional dan mengumpulkan KTP. KTP ini akan dijadikan sebagai jaminan agar Ahok ditangguhkan penahanannya.

Mako Brimob
Massa kembali mendatangi Mako Brimob sejak pagi. Pada hari libur peringatan Waisak ini, jumlah pendukung Ahok semakin banyak. Mereka menuntut diberi kesempatan untuk bertemu Ahok.
Polisi akhirnya luluh dan memberi kesempatan warga mendengarkan suara Ahok melalui handy talky (HT). Tidak ada pembicaraan dua arah. Dalam kesempatan itu, Ahok mengucapkan terima kasih atas dukungan warga. Dia meminta mereka untuk bubar dan tidak membuat repot diri sendiri atau pun pihak kepolisian.
JUMAT, 12 MEI

Pengadilan Tinggi DKI
Tak kenal lelah, massa pendukung Ahok kembali beraksi di depan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Mereka berdatangan sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuntut Ahok dibebaskan.
Polisi meminta massa bubar pukul 18.00 WIB, namun mereka bergeming. Massa menyalakan lilin yang sudah mereka siapkan sebelumnya sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Polisi memasang barikade dan berkali-kali mengimbau agar massa membubarkan diri. Namun hingga pukul 19.30 WIB, massa masih bertahan di Jalan Letjen Suprapto, tepatnya di jalur lambat yang mengarah ke Senen.
