Rentetan Penolakan Diskusi Rocky Gerung

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengamat Politik Rocky Gerung (kanan) menyampaikan materi saat diskusi di Aula Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat Politik Rocky Gerung (kanan) menyampaikan materi saat diskusi di Aula Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Rocky Gerung kerap mendapatkan penolakan saat hendak mengisi diskusi. Tak sekali, penolakan tersebut terjadi beberapa kali.

Penolakan terlontar karena Rocky dinilai memiliki pandangan politik berbeda. Selain itu pernyataan Rocky juga yang kerap menjadi viral dan kontroversial, menjadi pelecutnya.

Berikut kumparan rangkum penolakan diskusi terhadap Rocky Gerung, yang baru-baru ini terjadi:

Diskusi dengan Rocky Gerung di Lampung

Diskusi yang diadakan BEM FEB Unila sempat terancam batal. Karena ada dugaan penolakan kehadiran Rocky di kampus.

Meski sempat terancam batal, Diskusi Publik tersebut pada akhirnya tetap berlanjut. Meski, lokasinya dipindahkan ke Gedung Serba Guna Pahoman, Kota Bandar Lampung, Kamis (14/9).

Rocky Gerung yang hadir mengenakan kemeja abu-abu dan celana coklat bersama pembicara lainnya datang ke lokasi tersebut.

Diskusi yang diadakan diketahui akan mengundang beberapa ahli, termasuk Rocky Gerung ini mengusung tema 'Menatap Indonesia Maju: Tantangan Masa Depan Global dan Middle-Income Trap'.

Namun diskusi ini tidak diizinkan dilakukan di dalam kampus Unila. BEM FEB menyebut, kampus tidak memperbolehkan karena Rocky Gerung dianggap memiliki perbedaan pandangan politik.

Diskusi di Sleman

Pakar hukum tata negara dan pengamat politik Refly Harun kena lemparan botol saat acara diskusi bersama Rocky Gerung di Kopi Nuri, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (8/9/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Penolakan terhadap Rocky juga terjadi saat mengisi acara di Kopi Nuri, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, pada Jumat (8/9) lalu. Kehadiran Rocky ditolak sekelompok massa.

Diskusi ini diadakan HMI Komisariat FEB UGM dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bulaksumur-Karangmalang (PC IMM BSKM).

Sekelompok massa itu datang dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Yogyakarta Kota Pelajar, Budaya Bermartabat. Tolak & Usir Rocky Gerung & Refly Harun. Penghina Presiden, Penghancur Kehormatan Bangsa & Perusak Moralitas Anak Bangsa".

"Kami hari ini jelas seperti kemarin, menghalau Rocky Gerung untuk bisa datang ke acara yang ada di Yogya. Karena Yogya kota berbudaya dan Yogya istimewa kami tidak mau diobok-obok dengan cara seperti ini," kata Fajar Yoga dari Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB).

Massa menolak kehadiran Rocky Gerung dalam acara diskusi di sebuah kafe di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (8/9). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dalam penolakan tersebut, terjadi juga insiden pelemparan botol terhadap rekan diskusi Rocky, Refly Harun. Saat Rocky berbicara, tiba-tiba botol air mineral melayang dan mengenai leher Refly.

Usai peristiwa ini suasana bisa berangsur kondusif dan Rocky kembali melanjutkan materinya. Acara bisa berlangsung hingga selesai meski beberapa orang terus memprotes kehadiran Rocky dari pinggir sawah.

Kopi Nuri adalah tempat nongkrong kekinian di Sleman. Kafe menawarkan pemandangan hijau karena lokasinya ada di pinggir sawah.

Batal Bicara di Bento Kopi, Sleman

Kehadiran pengamat politik Rocky Gerung sebagai pembicara dalam diskusi di bertajuk 'Ngopi Bareng Ngobrol Perubahan Indonesia' di Bento Kopi, Gamping, Kabupaten Sleman ditolak massa, Rabu (2/8). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Pada 2 Agustus 2023 lalu di Bento Kopi, Gamping, Kabupaten Sleman, kehadiran Rocky juga ditolak massa. Sebabnya Rocky dinilai provokatif setelah menyebut kata tak pantas ke Presiden Jokowi.

Saat itu, di lokasi, massa tampak membentangkan spanduk bertuliskan 'Menolak Rocky Gerung (Polri TNI Tangkap & Penjarakan Rocky Gerung)'.

Masih di spanduk tersebut tertulis pula 'Penghina Simbol Negara, Biang Provokator Bangsa, Penghancur Marwah Negara'.

"Tolak Rocky Gerung, tolak Rocky Gerung," teriak massa.

Ketum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) Abdul Rozak Waluyo mengatakan apa yang disampaikan Rocky beberapa waktu lalu soal 'Bajingan Tolol' bukanlah kritik tapi makian dan hujatan kepada Presiden.

"Apa yang dilakukan Rocky Gerung dengan statementnya sangat tidak mendidik, tidak intelektual, dan merusak generasi anak bangsa," kata Waluyo yang biasa disapa Gus Wal.

Gus Wal pun meminta agar kepolisian segera menangkap Rocky Gerung.

"Diskusi kebangsaan yang dilakukan Rocky Gerung selalu menghujat atau menghina para pemimpin kita, notabene presiden adalah lambang kehormatan bangsa. Itu sudah diruntuhkan berkali-kali oleh Rocky Gerung. Jadi tidak ada pilihan lain bagi polisi untuk tidak menangkap Rocky Gerung," tegasnya.

Ketua Panitia Lokal Acara, Bambang Hariyanto, mengatakan Rocky sudah hampir tiba ke lokasi. Namun setelah mengetahui ada penolakan, Rocky memutuskan urung datang.

"Rocky mengatakan 'ya sudah saya pulang'. Rocky yang sudah terlalu lama menunggu di luar akhirnya pulang, kami sampaikan kepada yang sudah hadir, acara tetap jalan tapi tanpa Rocky Gerung," kata Bambang.

Bambang mengatakan panitia memahami apa yang menjadi tuntutan massa. Pihaknya pun merelakan Rocky pulang. Dijelaskan Bambang, selain Rocky Gerung narasumber diskusi lain seperti Saut Situmorang, Andi Sinulingga, dan Habil Marati, juga batal hadir.

"Satu tim mereka, satu rombongan dengan Rocky. Tadi pagi kan mereka sudah buat event di Solo dan Klaten," katanya.