Resah Warga Cipinang Muara karena Kabel Semrawut, Pejalan Kaki pun Tersangkut

Persoalan kabel semrawut juga dirasakan warga di Jalan Mulya Jaya, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Bahkan, mereka kerap mengangkat kabel yang melintang rendah setiap kali kendaraan tinggi hendak melintas.
Tak hanya di jalan, bahkan di depan toko warung, kabel yang menjuntai membuat aktivitas jual beli terhambat.
Salah satu warga RT 10/RW 04, Himawan, mengatakan persoalan kabel mulai muncul setelah adanya proyek drainase di kawasan tersebut. Menurut dia, proyek itu membuat sejumlah tiang listrik dan tiang milik operator internet dipindahkan.
“Dulu kan ada tiang-tiang listrik sama tiang operator yang lain tuh, WiFi tuh ada di sebelah sana. Itu dipindah gitu karena ada pemasangan U-ditch. Setelah itu, ada pemindahan tiang akhirnya kabel-kabel yang selama ini enggak ada masalah jadi melandai gitu,” kata Himawan saat ditemui kumparan, Jumat (18/9).
Kata Himawan, kabel yang melandai itu alhasil mengganggu kendaraan berukuran tinggi, terutama mobil berukuran besar yang melintas di kawasan tersebut. Warga pun harus membantu mengangkat kabel ketika ada kendaraan tinggi hendak melintas.
“Puncaknya tuh sampai mobil enggak bisa lewat. Jadi harus dinaik-naikin dulu. Kalau ada mobil tinggi, ya kita naikin dulu kabelnya,” ungkap Himawan.
Selain mengganggu kendaraan, Himawan juga bercerita ada seorang penjual roti sempat terlilit kabel yang putus dan menjuntai. Meski kejadian tersebut tidak menimbulkan luka serius, Himawan menilai kondisi itu tetap berisiko bagi warga yang melintas.
Setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan, Himawan mengungkap petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama sejumlah pihak operator datang untuk melakukan penataan. Kabel yang berada di jalur kendaraan tinggi kemudian dirapikan sehingga kendaraan besar dapat melintas.
Kendati demikian, Himawan menuturkan penataan tersebut belum dilakukan terhadap seluruh kabel di sekitar lokasi. Sejumlah kabel di sisi lain masih tampak tidak tertata.
“Ada beberapa kabel yang memang masih melandai gitu kalau menurut saya. Ya kalau menurut saya kenapa nggak sekalian gitu dirapikan ke semua sisi gitu. Di sini masih banyak juga nih, ada yang ganggu sebagian, tapi memang nggak mengganggu jalannya mobil yang tinggi-tinggi, tapi enggak enak aja dilihatnya, masih semrawut lah,” beber Himawan.
Ia berharap pemerintah dan pihak pemilik jaringan dapat menata seluruh kabel yang masih berantakan agar tidak kembali mengganggu aktivitas warga.
“Tolong yang punya kabel ini dirapikan. Jakarta ini sudah bagus, cuma kabel-kabelnya aja yang semrawut,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, sejumlah kabel di sepanjang jalan RT 10/RW 04, RT 01/RW 08, hingga RT 14/RW 06 masih tampak rendah. Beberapa kabel yang putus bahkan menjuntai ke arah pejalan kaki dan pengendara, sementara sebagian lainnya masih dapat diraih dengan tangan.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang pedagang warung tak jauh dari tempat Himawan. Pedagang yang telah berjualan di kawasan tersebut selama 14 tahun itu mengatakan kabel di depan warungnya beberapa kali menjuntai hingga menutupi akses pembeli untuk masuk ke warungnya.
Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti jenis kabel yang melintang di depan warungnya. Namun, menurut dia, kabel tersebut beberapa kali putus dan kemudian diperbaiki oleh petugas jaringan internet.
“Yang penting jangan sampai ke bawah doang, jangan menjuntai di sini [di depan warung],” katanya saat ditemui kumparan.
Ketika kabel menjuntai ke depan warung, terkadang ia harus mengikatnya sendiri menggunakan tali rafia agar tidak menghalangi pembeli. Kabel itu kemudian diikat ke bagian spanduk agar posisinya lebih tinggi dan pembeli yang datang tidak perlu menunduk atau menghindarinya.
“Kadang saya iketin sendiri, pakai tali rafia. Kan kita jualan di pinggir jalan maksudnya biar orang bisa masuk, tapi kalau menjuntai kayak gini kan nggak enak,” tuturnya.
Sementara itu, Sarno, warga Cipinang Lontar RT14/RW6, mengungkap persoalan kabel internet di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun. Menurut dia, kabel internet sebelumnya berada lebih rendah dan pernah mengganggu orang yang melintas maupun kendaraan.
“Iya, tadinya kalau waktu belum diikat ke kabel listrik, ke bawah kabelnya, mengganggu orang lewat juga” kata Sarno.
Sarno menjelaskan, kabel internet tersebut sebelumnya pernah ditangani teknisi jaringan dengan cara mengaitkannya ke kabel milik PLN. Namun, cara itu dinilai Sarno belum menyelesaikan persoalan.
Ketika ditanya apakah ada korban yang tersangkut kabel menjuntai, Sarno menuturkan hanya mobil yang kerap tersangkut.
“Mobil seringnya. Pedagang belum, jangan sampai deh,” ucapnya.
Ia pun mengungkap warga di sekitar belum melaporkan masalah tersebut kepada pemerintah atau pihak terkait, meski begitu Sarno berharap kabel-kabel tersebut segera ditata agar tidak membahayakan warga.
“Dirapiin aja deh. Semrawut, bila perlu diputusin aja,” tutupnya.
