Residivis Narkoba di Semarang Nyamar Jadi Ojol, Tabrak Emak-Emak lalu Tewas

25 Oktober 2023 16:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi saat memperlihatkan barang bukti narkoba milik seorang pengedar yang tewas usai menabrak emak emak di Semarang.  Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat memperlihatkan barang bukti narkoba milik seorang pengedar yang tewas usai menabrak emak emak di Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
ADVERTISEMENT
EY (48), seorang pengedar narkoba di Kota Semarang, Jawa Tengah tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Dia tewas usai motornya menabrak emak-emak di Banyumanik, Semarang.
ADVERTISEMENT
Wakapolrestabes Semarang AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, kecelakaan terjadi pada Selasa (24/10) kemarin sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Setiabudi, Banyumanik, Kota Semarang. Saat itu E mengendarai motor Vario merah, kemudian menabrak ibu yang juga mengendarai motor.
"Motor yang dikendarai inisial EY, almarhum yang meninggal, pindah jalur dan tertabrak motor Vario lainnya. Dia jatuh dan meninggal," ujar Wiwit dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (25/10).
Polisi kemudian melakukan olah TKP dan menemukan belasan paket sabu di dalam tas milik pelaku. Pelaku saat itu mengenakan jaket ojek online.
"Petugas hadir di sana dan digeledah ditemukan sabu 17 paket dan sabu empat paket dimasukin sedotan. Kemudian ketika dicek handphonenya ditemukan chat dia habis menjual atau mau menjual paket narkoba yang diletakkan di daerah Gombel," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Di daerah Gombel yang disebutkan pelaku di chat-nya itu, polisi menemukan empat paket dalam sedotan di pinggir jalan di dalam tanah.
" Modus peredarannya memang dengan ditaruh di suatu tempat kemudian menghubungi pembeli," katanya.
Petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan ke rumah pelaku. Di sana ditemukan alat untuk menakar narkoba ke paket-paket kecil. Selain itu di mobil pelaku juga ditemukan barang serupa. Diketahui pelaku ternyata residivis kasus narkoba.
"Total ada 12,5 gram dari 21 paket dan 4 gram dari empat paket yang ditanam," ujar Wiwit.
Ia menyebut, lantaran pelaku sudah meninggal maka polisi menghentikan kasus ini. Namun, pengembangan akan terus dilakukan.
"Karena korban meninggal maka kasus dihentikan demi hukum. Namun tetap akan ada pengembangan lewat tim IT kami. Korban yakni seorang ibu yang ditabrak pelaku mengalami luka di kaki," kata Wiwit.
ADVERTISEMENT