Respons Anies Disebut oleh Prabowo Tak Pantas Bicara soal Etika
ยทwaktu baca 2 menit

Anies Baswedan merespons pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutnya tidak pantas bicara soal etik. Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam debat Pilpres ketiga di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).
Menurut Anies, Prabowo harusnya fokus saja menjawab substansi pertanyaan yang ia sampaikan. Bukan malah membahas kepantasan seseorang berbicara soal etika.
"Pertanyaan kami adalah bagaimana standar etika dan kepemimpinan di bidang pertahanan. Seperti yang saya katakan tadi, semakin kompleks organisasi semakin harus menjunjung tinggi nilai. sampaikan jawabannya, jangan mempertanyakan tentang siapa penanyanya," kata Anies usai debat.
Menurut Anies, siapa saja yang bertanya, harusnya dijawab.
"Siapa saja bisa bertanya dan ketika wartawan tanya saya tidak boleh mengatakan Anda tidak boleh bertanya. Boleh, siapa saja boleh bertanya dan itulah tugas seorang calon presiden, siap ditanya apa saja oleh siapa saja dan prinsip itu yang seharusnya di pegang," lanjutnya.
Kemudian, kata Anies, dari pertanyaan tersebut harusnya Prabowo fokus saja pada jawabannya.
"Kita harus fokus pada jawabannya apa, standar etikanya di mana. Apakah kita merujuk pada Panglima Besar Jenderal Sudirman yang menjunjung tinggi nilai, menjunjung tinggi etika, sehingga dihormati sampai dengan hari ini," ucapnya.
Pertanyaan dalam Debat
Dalam forum debat, Anies menyebut bahwa untuk menjadi Presiden dibutuhkan standar etika yang tinggi.
Kemudian, ia menyinggung banyaknya orang dalam saat pengadaan alutsista, food estate, hingga soal pelanggaran etika yang berkaitan dengan pencalonan Gibran sebagai Cawapres Prabowo. Anies kemudian meminta penjelasan Prabowo terkait itu.
Dalam momen itulah, Prabowo menyebut data yang disampaikan Anies keliru. Kemudian menyebut Anies tak pantas bicara soal etika.
"Saudara tuh bicara-bicara etik, saya keberatan. Karena Anda desak saya, saya terus terang saja, saya menilai Anda tidak pantas bicara soal etik," ucapnya.
"Saya boleh berpendapat, kan. Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik. Karena Anda memberi contoh yang tidak baik soal etik. Terima kasih," pungkasnya.
