Respons Anies soal PKS Janjikan Ibu Kota RI Tetap Jakarta jika Menang Pemilu
ยทwaktu baca 2 menit

Capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, menanggapi janji dari PKS soal ibu kota Indonesia tetap berada di Jakarta jika mereka menang Pemilu 2024.
Anies mengatakan, yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia adalah pemerataan pertumbuhan. Pembangunan, menurutnya juga tidak hanya dilakukan di satu lokasi.
"Karena kita menginginkan agar kesetaraan kesempatan itu muncul. Jangan sampai kita membangun hanya di satu lokasi yang justru menimbulkan ketimpangan baru," kata Anies di Depok, Minggu (26/11).
Eks Gubernur DKI ini mengatakan, visi misi dirinya bersama Muhaimin Iskandar adalah mendorong desa menjadi maju.
"Kita semua menyiapkan susunan programnya untuk bisa mendorong desa-desa maju, kota kecil menjadi menengah, yang menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia," ucap Anies.
Lebih jauh, eks Mendikbud ini mengatakan, anggaran Indonesia yang besar bisa disebar untuk pembangunan di banyak wilayah. Tidak hanya di satu lokasi.
"Alokasi anggaran yang biasa disiapkan hanya untuk satu tempat kita berpandangan memang perlu dikerjakan untuk banyak tempat. Itu aja dulu jawabannya," kata Anies.
Sebelumnya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Dr Mohamad Sohibul Iman menegaskan komitmen partainya dalam menolak kepindahan ibu kota ke IKN di Kalimantan Timur.
Ia mengatakan jika PKS menang di Pemilu 2024, maka ibu kota akan tetap di Jakarta.
"Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Pak Presiden (PKS) tadi. Salah satu ide gagasan ataupun kampanye kinerja PKS adalah, PKS akan menyatakan jika PKS menang, ibu kota negara tetap Jakarta," kata Sohibul dalam Kick Off Kampanye Nasional di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (26/11).
Sohibul menekankan sejak awal, PKS tegas menolak RUU IKN. Sebab itu ke depannya, partai pendukung paslon 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar itu (AMIN) juga konsisten akan mempertahankan.
