Respons BEM Universitas Brawijaya soal Nadiem Makarim Batalkan Kenaikan UKT 2024

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Universitas Brawijaya Malang Foto: Flickr/Universitas Brawijaya Malang
zoom-in-whitePerbesar
Universitas Brawijaya Malang Foto: Flickr/Universitas Brawijaya Malang

Mendikbudristek RI, Nadiem Anwar Makarim, membatalkan rencana kenaikan biaya UKT 2024 usai bertemu dengan Presiden Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden BEM Universitas Brawijaya (UB) Malang, Satria Naufal, mengaku bersyukur atas keputusan tersebut. Hal ini, kata dia, sedikit melegakan para mahasiswa baru 2024.

"Namun, belum ada jaminan dari Mendikbud untuk menggagalkan kenaikan UKT ini. Entah melalui proses apa yang masih bias untuk di kawal," ujar Satria kepada kumparan, Selasa (28/5).

Meski begitu, Satria menyayangkan keputusan Mendikbud tersebut muncul usai pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Mendikbudristek Nadiem Makarim raker dengan Komisi X DPR tentang UKT, Selasa (21/5/2024). Foto: YouTube Komisi X DPR

"Seolah-olah publik harus menangkap fenomena ini pahlawannya ada Presiden. Seharusnya keputusan ini hadir karena keresahan, kesengsaraan dan kemarahan rakyat melalui demonstrasi atau advokasi lainnya," ucapnya.

Namun, ia belum mendapatkan kabar pasti dari pihak kampusnya, terkait keputusan pembatalan kenaikan biaya UKT tahun ini.

"Jelas harus ada statement yang konkret untuk konteksnya di UB. Sikap seperti kampus-kampus yang sudah menyatakan sikap jika UKT dibatalkan," ungkapnya.