Respons Din Syamsuddin soal PP Muhammadiyah Terima Tawaran Kelola Tambang
·waktu baca 2 menit

Eks Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, merespons soal keputusan PP Muhammadiyah yang menerima tawaran pemerintah untuk mengelola tambang. Ia tak sepakat.
"Saya sudah menyampaikan pendapat ya, yang sangat tegas sebagaimana yang saya yakini dengan argumen-argumen, yang intinya ya saya tidak sepakat dengan keputusan Muhammadiyah," kata dia ketika ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (31/7).
Namun, Din enggan membeberkan lebih jauh alasannya tak sepakat atas keputusan PP Muhammadiyah. Dia menghormati etika berorganisasi PP Muhammadiyah.
Dia enggan 'berbalas pantun' di media mengenai diterimanya tawaran mengelola tambang batubara tersebut.
"Terlepas dari baik atau tidak baik, benar atau tidak benar, sebagai anggota Muhammadiyah dan sekarang menjadi ketua pimpinan ranting Muhammadiyah di tempat saya tinggal di kelurahan pondok labu, tidak ingin berbalas pantun di media. Itu etika di Muhammadiyah," ujar dia.
Sebelumnya, keputusan soal tambang batubara itu disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti usai Konsolidasi Nasional Muhammadiyah selama dua hari di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Kabupaten Sleman, Minggu (28/7).
Konsolidasi ini mempertemukan pimpinan pusat dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di seluruh daerah.
"Setelah menganalisis, menerima masukan, kajian, dan pandangan akademisi, ahli lingkungan hidup, majelis, serta pandangan anggota PP Muhammadiyah, rapat pleno Muhammadiyah 13 juli 2024 di kantor Jakarta, memutuskan bahwa Muhammadiyah siap mengelola usaha pertambangan sesuai PP 25/2024," katanya dalam konferensi pers.
