News
·
28 Agustus 2020 18:46

Respons Ganjar soal Semburan Lumpur Blora yang Sebabkan Belasan Kerbau Terkubur

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Respons Ganjar soal Semburan Lumpur Blora yang Sebabkan Belasan Kerbau Terkubur (902)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ground breaking obyek wisata Jateng Valley di kawasan wana wisata hutan Penggaron, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Lumpur di kawasan Wisata Geologi Kesongo Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Randublatung, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyembur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Hanya saja, peristiwa semburan lumpur di Blora itu membuat belasan kerbau mati terkubur lumpur gas. Dari 19 kerbau, hanya satu yang selamat. Selebihnya mati. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons hal itu. Dia langsung bergerak cepat mengkoordinasikan pihak-pihak terkait, seperti BPDB Blora untuk menanggulangi dampak yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
"Ini BPBD Provinsi Jawa Tengah lagi berkoordinasi dengan Blora," kata Ganjar kepada wartawan, Jumat (28/8).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saat ini sudah melakukan perencanaan untuk menanggulangi dan mengantisipasi peristiwa semburan lumpur itu.
"Sudah pasti itu dilakukan. Ini ESDM juga sudah koordinasi," katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih, menyampaikan, pihaknya Sabtu (29/8/) akan menemui dan berkomunikasi langsung dengan warga yang kerbaunya terkubur akibat semburan lumpur.
"Bencana alam ini baru pertama kali terjadi di Blora, nanti kita akan mengajak komunikasi langsung dengan mereka (warga yang kerbaunya terkubur di Kesongo)," kata Indah.
Indah menyampaikan, pihaknya akan berurusan dengan Banggar di DPRD Kabupaten Blora dan akan berkonsultasi terkait peristiwa yang terjadi.
ADVERTISEMENT
"Insyaallah nanti tetap saya komunikasikan juga dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah," kata Indah.
"Yang pasti bantuan khusus untuk bencana alam itu ada," dia menambahkan.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)