Respons Jokowi Disebut Lip Service: Kritik Boleh Saja tapi Kita Punya Tata Krama

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
121
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat memberikan tanggapan mengenai kritikan mahasiswa, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6/2021).
 Foto: Twitter/@setkabgoid
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat memberikan tanggapan mengenai kritikan mahasiswa, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Foto: Twitter/@setkabgoid

Presiden Jokowi akhirnya merespons kritik yang dilontarkan oleh BEM UI. Dalam akun Instagramnya, BEM UI menyebut Jokowi raja lip service.

Jokowi mengaku sudah seringkali diberi julukan tertentu. Mulai dari plonga plongo hingga yang terbaru, the king of lip service.

"Itu kan sudah sejak lama, ya. Dulu ada yang bilang saya klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo. Kemudian ada yang bilang saya ini otoriter. Kemudian ada yang ngomong saya ini bebek lumpuh dan baru-baru ini ada yang bilang saya bapak bipang dan terakhir ada menyampaikan the king of lip service," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6).

Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra. Foto: Instagram/@leonalvinda

Jokowi mengatakan, kritik yang disampaikan padanya adalah hal biasa. Namun, ia menyebut bahwa dalam melontarkan kritik harus ada sopan santun.

"Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi kritik itu, ya, boleh-boleh saja dan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa berekspresi," kata Jokowi.

"Tapi juga ingat, kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopansantunan, ya," lanjut Jokowi.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, para mahasiswa itu tengah belajar mengekspresikan pendapat.

"Saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat. Tapi, yang saat ini penting kita semuanya memang bersama-sama fokus penanganan pandemi COVID-19," tutup Jokowi.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: