Respons Kapolri soal Undangan BEM UGM Hadiri "Bulaksumur Menegur"

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanudin, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono, Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej dalam acara Bhayangkara Sportday, Sabtu (21/6). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanudin, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono, Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej dalam acara Bhayangkara Sportday, Sabtu (21/6). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, merespons undangan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) untuk hadir sebagai pembicara dalam diskusi publik bertajuk "Bulaksumur Menegur: Gerakan Rakyat dan Represifitas Aparat," yang dijadwalkan berlangsung di Boulevard UGM, Sleman, pada Sabtu (21/6).

"Ya nanti akan saya cek, yang jelas hari ini ada beberapa kegiatan," kata Listyo saat ditemui usai kegiatan Bhayangkara Sport Day di Jakarta, Sabtu (21/6).

Undangan terhadap Kapolri telah dikirim secara resmi oleh BEM KM UGM melalui surat bernomor 272-012/PRM/E/PH/BEM-KM-UGM/VI/2025 ke Mabes Polri pada Rabu (18/6).

BEM KM UGM menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik bertajuk "Bulaksumur Menegur: Gerakan Rakyat dan Represifitas Aparat". Foto: Dok. BEM KM UGM

Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, mengatakan pihaknya berharap Kapolri hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat, khususnya terkait penangkapan sejumlah mahasiswa, jurnalis, dan tim medis saat peringatan Hari Buruh 2025 di berbagai daerah.

"Kami ingin Kapolri hadir dan dengan telinganya sendiri mendengar seruan #BebaskanKawanKami, karena ini bukan hanya soal represifitas, tetapi soal bagaimana negara memperlakukan rakyat yang kritis dan peduli pada bangsanya," ujar Tiyo. Ia juga menambahkan, "Pak Kapolri jangan sibuk bicara ijazah Raja Jawa saja, Pak."

Diskusi ini juga akan menghadirkan sejumlah pembicara lain, termasuk pakar hukum tata negara UGM, Zainal Arifin Mochtar dan jurnalis Tempo, Sinta Maharani.