Respons Kasus Perundungan, Disdikpora Karawang Perkuat Satgas Anti-Bullying

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan. Foto: Dok. Istimewa

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Jawa Barat bakal memperkuat eksistensi satgas anti-bullying di setiap sekolah.

Penguatan satgas ini adalah respons perundungan yang dialami siswi kelas 6 SD di Kecamatan Tirtajaya, Karawang. Ia dianiaya rekan sekelasnya, hingga mengalami patah tulang dan trauma mendalam.

Kepala Disdikpora Karawang Wawan Setiawan, menyesalkan kejadian tersebut. Karenanya, pihaknya menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat satgas anti-bullying yang sudah dibentuk di setiap sekolah.

"Intinya sikap dinas menguatkan kaitan satgas-satgas bullying gitu, karena pembentukannya kan melibatkan juga aparat kepolisian dan kejaksaan," ungkap Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan, Rabu (26/11).

Menurutnya, satgas tersebut dibentuk guna melakukan pencegahan melalui sosialisasi secara berkelanjutan terkait bahaya dan penanganan perundungan di sekolah.

Seorang siswi kelas 6 SD negeri di salah satu Kecamatan Tirtajaya, Karawang berinisial NER, diduga menjadi korban perundungan (bullying). Foto: Dok. Istimewa

"Karena memang ada dari kepolisian Binmas Polri, dan dari kejaksaan melalui program jaksa masuk sekolah. Jadi satgas anti-bullying ini melibatkan unsur polri dan kejaksaan untuk antisipasi dan sosialisasi,” jelasnya.

Di samping itu, Disdikpora berencana mengirimkan 100 siswa yang terindikasi nakal ke barak militer, tepatnya ke markas Yonif Para Raider 305/ Tengkorak pada akhir tahun ini.

"Program ini masuk dalam skema perubahan anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

Di dalam barak, nantinya mereka akan ditempa juga secara mental dan kedisiplinan agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang bernuansa provokatif dan kenakalan remaja lainnya.

"Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif sekaligus pembinaan karakter bagi para siswa, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat," tegasnya.