Respons Ketua MPR soal Penulisan Ulang Sejarah: Ikhtiar Memperkaya Sejarah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua MPR Ahmad Muzani melambaikan tangan dari dalam mobil usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/4/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR Ahmad Muzani melambaikan tangan dari dalam mobil usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/4/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Ketua MPR Ahmad Muzani menanggapi soal program kerja Kementerian Kebudayaan yang akan menulis ulang sejarah Indonesia. Baginya, penulisan ulang sejarah itu adalah bagian dari memperkaya sejarah bangsa.

“Semua upaya yang dimaksudkan untuk memperkaya sejarah nasional kita, sejarah pergerakan kita saya kira itu kita sambut dengan baik, kita sambut dengan gembira karena sejarah memiliki versinya masing-masing,” ujar Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).

Program penulisan sejarah ini juga mendapat kritik maupun wanti-wanti agar sejarawan yang ditunjuk benar-benar menulis sejarah Indonesia secara menyeluruh atau tidak menghilangkan bagian-bagian tertentu.

Sekjen Gerindra itu menilai bahwa sejarah itu tidak ada kebenaran yang bersifat final.

“Tidak ada kebenaran secara final dan karena itu semua ikhtiar yang dilakukan oleh berbagai macam instansi, perorangan, kelompok, menulis apa pun bagi kami adalah upaya memberi pengayaan terhadap sejarah kebangsaan kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penulisan ulang sejarah Indonesia melibatkan lebih dari 100 orang sejarawan yang dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Susanto Zuhdi.

Penulisan ulang sejarah ini akan dilakukan secara bertahap, nantinya buku ini akan diterbitkan secara berjilid. Jilid pertama ditargetkan untuk diluncurkan pada Agustus 2025 nanti, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia.