Respons Menag soal Challenge Baca Ayat Quran Berhadiah Miras

Menteri Agama Nasaruddin Umar buka suara soal challenge hafalan Al-Qur’an berhadiah alkohol di booth minuman keras saat festival musik The Sounds Project.
Nasaruddin mengingatkan agar kegembiraan tidak dilakukan dengan langkah yang berpotensi menimbulkan persoalan, terlebih menyangkut hal-hal sensitif terkait agama.
“Di situ ada kombinasi antara kegembiraan pada satu sisi ya, mungkin apa ya istilahnya itu, kemeriahan 17 Agustusan tapi mungkin sadar atau nggak sadar berikan hadiah itu seperti itu,” kata Nasaruddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Nasaruddin, pemerintah sebelumnya telah memberikan peringatan agar masyarakat berhati-hati. Ia menilai pemberian hadiah minuman beralkohol dalam challenge hafalan Al-Qur’an merupakan hal yang sangat sensitif.
“Tapi kan kita sudah berikan peringatan bahwa hal-hal seperti itu agak sensitif kan. Boleh gembira tetapi jangan sampai nanti salah dalam membuat satu langkah ya, saya kira itu,” ujarnya.
Ia juga menanggapi perkembangan proses hukum kasus tersebut setelah kepolisian menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka.
Nasaruddin menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Ya sudah ditangani pihak berwajib. Kita tunggu,” kata Nasaruddin.
Polisi Tetapkan 4 Tersangka
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan di booth minuman keras saat festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan keempat tersangka masing-masing berinisial RES, AK, I, dan M. Dua tersangka, RES dan AK, telah ditangkap dan ditahan.
“Berdasarkan rangkaian penyidikan dan alat bukti yang diperoleh, penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial RES, AK, I, dan M,” ujar Iman, dikutip Jumat (14/8).
Iman menjelaskan masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam kejadian yang berlangsung pada Minggu (9/8) sekitar pukul 22.30 WIB.
RES berperan sebagai pembawa acara yang terlibat dalam interaksi di depan booth. Sementara I dan AK diduga memberikan tantangan kepada pengunjung untuk melafalkan Surat Al-Ikhlas dan Surat Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.
