Respons Sjafrie soal Menhan China Sebut RI-China Senasib Lawan Asing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin  dan Menteri Pertahanan China Laksamana Dong memberikan keterangan pers bersama di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan China Laksamana Dong memberikan keterangan pers bersama di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, merespons pernyataan yang dilontarkan Menhan China Dong Jun yang menyatakan RI-China senasib karena sama-sama melawan niat jahat dari negara asing.

Menurut Sjafrie, Dong Jun punya pendapat sendiri yang ia bawa dari negaranya.

"Ya kita mendengarkan semua komentar-komentarnya, karena dia mempunyai pendapat yang dia bawa dari dia," ujar Sjafrie di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (21/8).

Karenanya, Sjafrie menjelaskan, pernyataan Dong Jun itu perlu dicocokkan dengan realita yang ada.

"Tapi kita mesti cocokkan dengan realita yang ada di negara kita sendiri. Gitu ya," kata dia.

Pernyataan Dong Jun tersebut disampaikan usai bertemu Sjafrie di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat pagi tadi.

Dong Jun mengatakan Indonesia merasa ada kesamaan nasib negara, antara negaranya dan Indonesia. Katanya, dua negara ini tengah berjuang melawan niat jahat dari kekuatan asing.

"Tiongkok (China) dan Indonesia sebagai komunitas senasib sepenanggungan, memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan. Kita memikul tanggung jawab bersama, dan tepat saatnya untuk mempererat kerja sama pertahanan," kata Dong Jun.

Ia menjelaskan, kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan China sudah lebih berkembang dari sebelumnya. Lalu, kerja sama ini akan terus ditingkatkan.

"Kami akan bersama-sama untuk menggagalkan niat yang jahat dari kekuatan asing. Dan memberikan contoh bagi negara-negara Global Selatan untuk melakukan kerja sama model baru di bidang pertahanan," ujar Dong Jun.

Indonesia dan China, menurutnya, juga akan mengambil peran dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Mengumpulkan kekuatan positif untuk menjaga stabilitas kawasan, mencegah dan mengendalikan tindakan-tindakan yang merusak tatanan internasional pasca Perang Dunia Kedua dan mengaduk-aduk situasi di kawasan dan berupaya mendorong perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan melalui kerja sama yang konstruktif," paparnya.