Respons Wagub Jatim Emil soal Isu 522 Pelajar Sidoarjo Terjangkit HIV/AIDS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur  Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak di DBL Arena, Surabaya. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak di DBL Arena, Surabaya. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan respons terkait beredarnya isu yang menyebut 522 pelajar di Sidoarjo terjangkit HIV/AIDS.

Emil menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mendorong adanya langkah-langkah baru dan kolaborasi lintas sektor untuk memitigasi akar permasalahan ini.

Menurut Emil, penyebab penularan HIV/AIDS di tengah masyarakat cukup beragam. Mulai dari pergaulan yang berisiko hingga penggunaan narkoba.

"Semua ini harus kita cermati akar permasalahannya, sekaligus bagaimana kita menyikapi mereka yang sudah telanjur mengidap HIV. Mereka tentu memerlukan perlakuan dan pelayanan kesehatan yang semestinya agar bisa menangani kondisi yang mereka alami," ujar Emil kepada wartawan, Kamis (23/7).

Emil mengatakan, sekolah dan keluarga menjadi peran penting untuk pembinaan bagi para pelajar agak terhindar dari hal negatif.

"Anak-anak berada di sekolah dari Senin sampai Jumat, dari pagi hingga siang atau sore hari. Di luar waktu itu, keluarga juga perlu menjadi mitra dalam menjaga anak-anak muda kita dari pergaulan yang salah," ucapnya.

Terkait dengan isu tingginya angka kasus HIV/AIDS di Sidoarjo, Emil menyampaikan bahwa Pemprov Jatim memberikan perhatian pada seluruh wilayah dan jenis penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Menurutnya, isu lonjakan angka penularan HIV/AIDS di Sidoarjo itu bukan persoalan yang baru muncul.

"Jadi kasus di Sidoarjo ini bukan sesuatu yang baru dibahas, melainkan kelanjutan dari koordinasi yang selama ini sudah berjalan antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Sidoarjo. Hanya saja, kali ini datanya terbuka ke publik dan menjadi angka yang dianggap mengejutkan," katanya.

Emil juga mengingatkan sejak awal bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya.

Ia berharap isu data ratusan pelajar tertular HIV/AIDS ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat edukasi.

"Padahal sejak awal kami sudah memberikan peringatan bahwa HIV bukan penyakit yang bisa dianggap remeh dari sisi tingkat penyebarannya. Karena itu, mudah-mudahan momentum ini dapat mendorong langkah-langkah yang lebih kuat untuk mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit tersebut," ujar dia.