Restoran di Solo Sepi Pembeli saat PPKM, Polisi Borong Makanan dan Beri Bantuan
·waktu baca 2 menit

Viral sebuah restoran di Solo memasang spanduk bertuliskan 'Bapak ibu aparat kita sudah beberapa hari nggak ada yang beli lho!! Tolong dong kasih contoh take away di sini'. Tulisan tersebut dipasang saat Solo menerapkan PPKM Darurat yang kemudian diubah menjadi PPKM level 3 dan 4.
Restoran tersebut bernama 'Loji Lawas Food and Coffee' yang terletak di Jalan K.H Samanhudi No.136, Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Spanduk yang mereka pasang itu pun kemudian viral di media sosial.
Memang tak sedikit rumah makan harus menelan pahit karena sepi pembeli di saat penerapan PPKM. Sebab, meski mereka diperbolehkan buka, tetapi pengunjung tidak boleh makan di tempat dan hanya bisa dibawa pulang saja. Tetapi itu semua dilakukan untuk menekan penularan corona.
Melihat hal tersebut, polisi langsung bergerak cepat. Dalam akun Instagram Polresta Surakarta, dimuat sebuah video yang menunjukkan aparat kepolisian memenuhi permintaan si pemilik restoran.
Polisi datang ke restoran tersebut dan memborong makanan. Langkah tersebut juga untuk memberikan contoh bagi masyarakat sekitar bahwa mereka masih tetap bisa membeli makanan di restoran, tetapi hanya untuk dibawa pulang saja.
"Kami dari Polsek Laweyan menindaklanjuti informasi yang beredar di medsos ada satu rumah makan terdampak PPKM Darurat yaitu sepi pembeli, oleh karena itu kami dari Polsek Laweyan berinisiatif untuk memberikan contoh kepada warga masyarakat untuk atau boleh membeli makan di resto tapi bukan untuk makan di tempat tetapi take away atau makan di rumah," kata Kapolsek Laweyan AKP Bobby.
Ia mengatakan pihaknya memborong beberapa porsi makanan. Selain itu ada juga bantuan yang diberikan untuk para karyawan di restoran tersebut.
"Oleh karena itu, kita memborong beberapa porsi, selain itu juga kita memberi bantuan ke karyawan di resto tersebut karena mereka juga warga yang terdampak PPKM Darurat," pungkasnya.
