RI Belum Tutup Penerbangan dari dan Menuju Korsel, Iran, dan Jepang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penerbangan pesawat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerbangan pesawat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dua kasus virus corona pertama di Indonesia telah diumumkan Presiden Jokowi. Keduanya merupakan seorang ibu berumur 64 tahun dan anaknya, 31 tahun, warga Depok. Diberitakan keduanya tertular virus corona dari warga Jepang yang menetap di Malaysia.

Lalu bagaimana pergerakan WN Jepang yang masuk dan keluar Indonesia?

Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara masih membuka penerbangan dari dan ke Jepang. Begitu pun dengan penerbangan dari negara-negara yang memiliki kasus corona terbanyak, seperti Iran, Italia, Jepang, dan Korea Selatan.

"Saat ini yang dilakukan penutupan (penerbangan ) baru dari dan ke China," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3).

Meskipun sudah banyak ditemukan wabah corona di Italia, Korea Selatan, Jepang, dan Iran, Ditjen Perhubungan Udara belum melakukan rapat untuk membahas penutupan penerbangan ke negara-negara tersebut.

"Belum ada pembicaraan dengan pimpinan (menutup penerbangan)," kata Novie.

Saat ini, kata Novie, pejabat Ditjen Hubud sebagai ketua Komite Nasional Fasilitasi (FAL) udara terus intensif berkomunikasi dan koordinasi dengan pengelola bandara-bandara.

Seluruh bandara internasional di Indonesia juga diimbau terus meningkatkan pengawasan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

"KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), CIQ (Custom, Immigration and Quarantine) dan seluruh stakeholder untuk lebih meningkatkan pengawasan di terminal internasional sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kemenkes," jelas Novie.