RI Dekati Stakeholders Myanmar, Cari Cara Bebaskan WNI dari Online Scam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Retno Marsudi sampaikan keterangan pers perlindungan WNI di luar negeri, permasalahan di Myanmar, serta menyampaikan mengenai Keketuaan Indonesia pada KTT ASEAN di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (5/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi sampaikan keterangan pers perlindungan WNI di luar negeri, permasalahan di Myanmar, serta menyampaikan mengenai Keketuaan Indonesia pada KTT ASEAN di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (5/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tengah melancarkan strategi untuk membangun relasi dengan pemangku kepentingan Myanmar. Menurut Retno, ini adalah salah satu cara untuk menyelamatkan WNI dari kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di Myanmar.

“Pendekatan ini disambut baik oleh para pihak termasuk para stakeholders di Myanmar. Selama empat bulan ini kita telah melakukan lebih dari 60 kali engagement dengan berbagai pihak di Myanmar,” kata Retno saat konferensi pers di Kemenlu, Jumat (5/5).

Pola pendekatan ini dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah membangun relasi diplomasi dengan cara perorangan, virtual, atau kunjungan lapangan.

Upaya ini tentunya tidak mudah, apalagi pemangku kepentingan di Myanmar memiliki kepentingan masing-masing. Selain demi keselamatan WNI yang menjadi korban, mencari solusi untuk permasalahan TPPO di Myanmar juga merupakan tanggung jawab Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini.

“Di dalam engagement tersebut, kita melakukan atau mendorong agar dapat segera dilakukan dialog nasional yang inklusif, namun harus diakui, bahwa perbedaan posisi di antara mereka, para stakeholders yang ada di Myanmar masih cukup lebar dan dalam,” kata Retno.

“Meskipun demikian, Indonesia tidak akan menyerah sebagai chair dan akan terus memainkan peran sebagai jembatan dari berbagai perbedaan dan akan terus melakukan engagement,” lanjutnya.

Retno Marsudi bakal mengangkat kasus ini dalam KTT ASEAN ke-42 yang akan digelar pertengahan bulan ini.

“Korban perdagangan manusia yang dilakukan online scam semakin marak di Asia Tenggara. Karena itu Indonesia sebagai Ketua ASEAN berusaha untuk mengangkat isu ini di dalam KTT ke-42 ASEAN nanti,” kata Retno dalam konferensi pers di Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (5/5).

Karena alasan ini juga, dalam KTT ASEAN nanti, Retno akan menyinggung kasus ini untuk mencari solusi bersama.

“Indonesia sebagai Ketua ASEAN mengecam keras penggunaan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil yang semakin banyak. Kekerasan harus dihentikan, saya ulang kekerasan harus segera dihentikan, tanpa dihentikan kekerasan, maka tidak ada kedamaian di Myanmar,” pungkas Retno.