Rian Ernest: Faldo Maldini Lebih Nyaman dengan PSI

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Faldo Maldini foto bersama saat resmi gabung PSI. Foto: Dok. PSI
zoom-in-whitePerbesar
Faldo Maldini foto bersama saat resmi gabung PSI. Foto: Dok. PSI

Juru bicara PSI Rian Ernest membeberkan alasan Faldo Maldini lebih memilih bergabung dengan partainya setelah keluar dari PAN. Menurut Ernest, Faldo satu visi dengan PSI.

"Lebih nyaman sama kita. Beliau udah sering berkomunikasi dengan partai partai lain yang sudah established. Ada paradigma dan kultur, yang sesuai dengan pemikiran dia," kata Rian Ernest saat dihubungi, Senin (28/10).

Bagi Ernest, bergabungnya Faldo menjadi berkah juga bagi PSI. Salah satunya untuk menaikkan suara PSI di Sumatera Barat, asal daerah Faldo.

"Kami bersyukur bisa bergabung bersama sama untuk membangun daerah, apalagi pilkada bentar lagi. Beliau juga punya niat untuk membangun Sumbar," ungkap dia.

Suara PSI di Sumbar, kata Ernest, di Pileg lalu hanya 38.373 suara atau nomor tiga dari bawah. Menurut Ernest, dengan masuknya Faldo yang berkarakter petarung, suara PSI bisa meningkat.

"Kalau ada satu kata untuk menggambarkan beliau adalah petarung. Kami sangat senang kalau mendapat petarung lagi. Apalagi pencapaian kita di Sumbar, jauh dari target," tutur dia.

Pada Pilpres 2019, Ernest dan Faldo kerap berdebat keras karena berada di dua kutub berbeda. Lalu kini mereka bergandengan tangan.

Menurut mantan staf Basuki T Purnama (Ahok) itu, perdebatan itu merupakan hal yang wajar. Kata dia, berdebat dengan Faldo membuat ilmunya bertambah.

"Jadi itulah memang karakter politik. Politik itu dinamis, sepanjang isunya baik, karakternya juga baik. Dan saya pribadi tidak pernah berseberangan, saya kalau berdebat sama dia selalu bertambah ilmunya," ungkap dia. 

Ketua DPP PSI, Rian Ernest. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Kepindahan Faldo ke PSI ini sudah lama menjadi pembicaraan. Kabar ini pertama kali muncul di koran lokal Sumatera Barat yang memuat iklan PSI dan terdapat foto Faldo di dalamnya dengan slogan 'Sumangaik Baru'. Faldo digadang-gadang akan maju Pilgub Sumbar 2020 dengan kendaraan politik PSI.

Kemudian Faldo juga ikut mengajukan uji materi UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi mengenai batasan usia calon kepala daerah bersama politikus PSI lainnya seperti Tsamara Amany dan Rian Ernest.

Faldo memutuskan keluar dari PAN pada 5 Oktober 2019, alasannya alasannya mundur ialah ingin fokus ikut dalam pemilihan kepala daerah Sumatera Barat.

Politisi muda, Tsamara Amany, Rian Ernest, Dara Nasution dan Faldo Maldini di sidang perdana gugatan UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan