Ribka Tjiptaning, Dokter dari PDIP Yang Ogah Divaksin Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ribka Tjiptaning, Politikus PDIP dan Anggota Komisi IX DPR. Foto: Facebook/Ribka Tjiptaning
zoom-in-whitePerbesar
Ribka Tjiptaning, Politikus PDIP dan Anggota Komisi IX DPR. Foto: Facebook/Ribka Tjiptaning

Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning secara terang-terangan menolak di vaksin Sinovac. Ia juga mengkritik keras penggunaan vaksin asal China tersebut. Bahkan, ia menyebut Sinovac adalah rongsokan dari China.

"Istilahnya apa ya, barang rongsokan lah di sana itu, China sendiri udah jarang pakai yang sinovac sebetulnya. Makanya kenapa merah putih tidak kita seriuskan lagi, sehingga lebih 'yaudah lah ambil sinovac aja', istilahnya," kata Ribka saat rapat kerja dengan Kemenkes, Rabu (13/1).

Sosok Ribka memang dikenal kontroversial. Ia sempat mengeluarkan buku, "Aku Bangga Jadi Anak PKI" yang memancing polemik di sana-sini.

Lantas, seperti apa profil dari pemilik nama lengkap Ribka Tjiptaning Proletariyati? Berikut kumparan rangkum:

kumparan post embed

Lama Berprofesi Sebagai Dokter

Dikutip dari laman dpr.go.id, Ribka merupakan sarjana kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia. Ia dinyatakan lulus pada tahun 2002, setelah menempuh kuliah dari tahun 1978.

Tetapi pada tahun 1990, ia telah meraih posisi sebagai dokter praktik di beberapa rumah sakit seperti RS Tugu Ibu Cimanggis, Klinik Waluya Sejati Abadi Ciledug, Klinik Partuha Ciledug, Karya Bakti Kalibata, hingga di perusahaan Puan Maharani.

Ribka lalu meraih gelar S2 nya di Universitas Indonesia tahun 2012, sebagai master pada bidang Asuransi Kesehatan.

Anggota Komisi IX dari fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning. Foto: Youtube/DPR RI

Lekat Dengan Pergerakan Politik

Ribka tercatat turut serta dalam beberapa pergerakan politik, seperti Komite Pendukung Megawati, Komite Nasional Perjuangan, Masyarakat Pendukung Megawati, dan turut serta dalam Delegasi ke Jenewa dalam rangka Konfrensi internasional Hak Asasi Manusia yang diselenggarakan oleh PBB.

Hal ini tak bisa dilepaskan dari rekam jejaknya berorganisasi.

Dari rekam jejaknya, ia adalah sosok yang getol mengungkap tabir gejolak Indonesia di tahun 1965. Ia adalah ketua Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 65 (LPKP 65), juga sebagai ketua paguyuban Korban ORBA (Pakorba).

Hal ini tak bisa dilepaskan dari kenangan pahit masa kecilnya, saat ayahnya yang merupakan anggota PKI dan ibunya diciduk tentara dan tak pernah lagi pulang.

Berikut adalah daftarnya :

  1. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana , Sebagai: Ketua. Tahun: 2019 - 2024

  2. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana , Sebagai: Ketua . Tahun: 2015 - 2019

  3. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja, Sebagai: Ketua. Tahun: 2010 - 2015

  4. Pemuda Demokrat Indonesia, Sebagai: Seketaris Jendral . Tahun: 2002 -

  5. Pemuda Demokrat Jawa Barat, Sebagai: Wakil Ketua Dewan Pimpinan. Tahun: 2002 -

  6. Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 65 (LPKP 65), Sebagai: Ketua Lembaga. Tahun: 2002 -

  7. Paguyuban Korban ORBA(Pakorba), Sebagai: Ketua Paguyuban. Tahun: 2001 -

  8. DPD PDIP Prov. Jawa Barat, Sebagai: Wakil Ketua . Tahun: 2000 - 2005

  9. Dewan Perhimpunan Daerah Pemuda Demokrat, Sebagai: Wakil Ketua Dewan. Tahun: 1996 - 2002

  10. DPC PDIP Kota Tangerang, Sebagai: Ketua DPC . Tahun: 1996 - 2000

  11. Yayasan Waluya Sejati Abadi, Sebagai: Ketua Yayasan. Tahun: 1992 - skrg

  12. Dewan Perhimpunan Daerah Pemuda Demokrat, Sebagai: Wakil Ketua Dewan. Tahun: 1991 - 1996

  13. DPD PDIP Prov. Banten, Sebagai: Wakil Ketua . Tahun: - 2007