Ribuan Orang Daftar Program 'Pengantin Baru'

kumparanNEWSverified-green

clock

Ilustrasi pernikahan. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Thinkstock)

Lembaga Taaruf Syar'i Jodohku Mahromku menyelenggarakan program Pengantin Baru, yaitu program perjodohan berbasis perkenalan atau taaruf sesuai syariat Islam. Program rutin tahunan yang bekerja sama dengan Yayasan Keluarga Manfaat ini, terbuka untuk seluruh warga Jabodetabek yang sudah siap menikah.

Salah seorang panitia penyelenggara, Abu Nayya, mengatakan pendaftaran program Pengantin Baru tahun ini telah dibuka sejak Minggu (26/3) sampai dengan Jumat (31/3). Berdasarkan informasi yang tertera di pamflet program, warga yang mendaftar harus siap berkomitmen untuk menikah sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Sampai dengan hari ini baru dua hari sejak Ahad kemarin, yang daftar sudah ribuan. Tapi nanti diseleksi lagi tidak semuanya bisa ikut taaruf. Kita mengadakannya tiap bulan ya dari Maret, April, sampai Mei sebelum lebaran," ujar Nayya saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Senin (27/3).

Untuk bisa mengikuti prosesi taaruf, kata Nayya, para calon peserta taaruf harus mengisi formulir biodata diri secara jujur. Ia mengatakan formulir tersebut akan menjadi bahan pertimbangan panitia.

"Ada formulir yang harus diisi, ada beberapa syarat. Tidak hanya agama, namun juga sudah bekerja atau berpenghasilan dan memiliki tabungan. Nikah itu kan lahir batin," ujar Nayya.

Program pengantin baru. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Program pengantin baru. (Foto: Istimewa)

Pendaftaran program ini bisa dilakukan lewat WhatsApp. Namun Nayya menyarankan agar peserta yang sudah mendaftarkan diri dapat datang langsung ke Masjid Al Huda, Jatijajar, Kota Depok, pada Minggu (2/4).

"Datang ke Masjid Al Huda jamnya bakda Zuhur sampai dengan bakda Ashar. Dianjurkan datang langsung supaya tidak bisa menipu. Panitia ada di sana hari Ahad," kata Nayya.

Nayya mengatakan para calon peserta yang sudah lolos seleksi akan menjalani proses taaruf dengan bimbingan di grup WhatsApp. Para peserta taaruf, kata dia, akan dibekali beragam ilmu seputar taaruf dalam mengenal calon pasangan yang dijodohkan.

Peserta yang merasa tak cocok dengan pasangan yang dijodohkan tersebut setelah melalui proses taaruf, berhak mengakhiri proses taaruf itu.

"Setelah proses taaruf dilewati tahapan-tahapannya, ikhtiar, tidak cocok ya silahkan cari yang lain. Yang penting kan sudah dipelajari ilmu taarufnya itu kita perlu. Namanya jodoh bukan hanya melalui kita bisa juga dari luar kita," ungkap dia.